Dua Dosen UBB Hadiri Diseminasi IMF-WBG Annual Meeting 2018

Dua Dosen Ekonomi Universitas Bangka Belitung menghadiri International Monetary Fund'World Bank Group (IMF-WBG)

Dua Dosen UBB Hadiri Diseminasi IMF-WBG Annual Meeting 2018
Istimewa
Dua Dosen Ekonomi Universitas Bangka Belitung menghadiri International Monetary Fund'World Bank Group (IMF-WBG) Annual Meeting 2018 kepada Regional Opinion Maker yang dilaksanakan di Bali pada 12-13 Juli lalu 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dua Dosen Ekonomi Universitas Bangka Belitung menghadiri International Monetary Fund'World Bank Group (IMF-WBG) Annual Meeting 2018 kepada Regional Opinion Maker yang dilaksanakan di Bali pada 12-13 Juli lalu.

Dua akademisi yang menghadiri kegiatan ini ialah Dr Reniati SE.,M.Si dan Dr Devi Valeriani S.E.,M.Si yang ditunjuk oleh Bank Indonesia perwakilan Provinsi Kepualauan Bangka Belitung.

Kegiatan IMF-World Bank Group Annual Meeting merupakan pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh Dewan Gubernur World Bank dan IMF. Pertemuan tersebut akan membahas berbagai perkembangan ekonomi dan keuangan global dengan isu-isu terkini.

Disamping IMF-WBG Annual Meeting pada waktu yang bersamaan akan dilakukan G24,G7,G20 dan Regional Meeting, dengan total pertemuan 2000 pertemuan secara simultan dengan jumlah terbesar di dunia dari sektor keuangan dan perekonomian.

"Tujuan keikutsertaan ini adalah untuk mensosialisasikan atau mempromosikan Indonesia sebagai tuan rumah pelaksanaan Annual Meeting yang akan diselenggarakan pada tanggal 12 -14 oktober di Nusa Dua Bali, yang akan diikuti 189 negara dengan jumlah peserta 12.000-15.000 orang," kata Devi Valeriani melalui rilis yang diterima Bangka Pos.

Annual Meetingnya yang akan dilaksanakan pada 12-14 Oktober 2018 nanti akan dihadiri menteri keuangan , gubernur bank sentral ,CEO Industri keuangan, akademisi Terkemuka, lembaga internasioanl, perwakilan LSM, anggota parlemen dan media dari 189 negara dunia.

Dengan mengusung visi The World is Coming To Indonesia. Indonesia reformed, resilient and progressive sehingga mendukung tercapainya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

"Harapannya kegiatan ini mampu memberikan benefit untuk meningkatnya persepsi masyarakat Indonesia yaitu kebanggaan terhadap Indonesia yang mampu menjadi tuan rumah. Sedangkan dari luar negri meningkatnya kepercayaan terhadap Indonesia, disamping itu kegiatan ini juga di harapkan mampu meningkatkan investasi, perdagangan dan pariwisata yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejateraan rakyat Indonesia," katanya.

Penulis: krisyanidayati
Editor: Evan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved