Harga Lada Murah Gubernur Babel, Erzaldi Bakal Lakukan Ini

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman tak menampik merosotnya harga beberapa komoditi perkebunan seperti lada, sawit dan karet

Harga Lada Murah Gubernur Babel, Erzaldi Bakal Lakukan Ini
Bangka Pos/Krisyanidayati
Gubernur Babel Erzaldi Rosman. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman tak menampik merosotnya harga beberapa komoditi perkebunan seperti lada, sawit dan karet meresahkan masyarakat.

Namun, menurutnya Pemprov Babel tidak bisa melakukan intervensi harga. Erzaldi menyebutkan penurunan harga tidak hanya terjadi di Babel melainkan secara nasional bahkan Asean.

"Memang banyak harga komoditi turun. Kita tidak bisa mempengaruhi harga. Intinya pemerintah tidak bisa mematok harga, kecuali pemerintah ada duit. Tapi tidak lantas kita berdiam diri," kata Erzaldi melalui pesan WhatsApp, Senin (16/7/2018).

Kendati demikian, tak lantas membuat pemerintah berdiam diri. Menurutnya, salah satunya jalan yang dilakukan ialah memberikan edukasi kepada para petani, jika harga murah untuk menahan barang.

Hadirnya, resi gudang menurutnya seharusnya bisa membantu masyarakat, namun sayangnya belum banyak banyak masyarakat yang memanfaatkan ini. Padahal, pihaknya sudah gencar melakukan sosialisasi.

Selain itu, upaya lain yang bisa dilakukan ialah meningkatkan produksi produk pertanian dan menekan harga produksi.

"Misalnya lada, bagaimana harga produksi ini kita kurangi misalnya dengan teknologi, yang tadinya pakai junjung mati harganya Rp 46 ribu, sekarang pakai junjung hidup yang harganya Rp 2500. Terus dengan memupuk dengan cara yang benar dan efektif. Kalau produksi banyak, walau harga murah penghasilan petani jadi bertambah," jelasnya.

Selain itu, untuk lada Erzaldi mengutarakan pihaknya akan mencari real buyer tanpa melalui importir.

"Tanggal 19 saya akan bertemu dengan Maxcormax, tindak lanjut waktu ketemu di Jaypur, direkturnya akan langsung datang ke Babel dan akan menjalin langsung perdagangan dengan petani lada, koperasi petani lada sudah memiliki mesin produksi sendiri," sebutnya.

"Ini satu diantara usaha kita mencari buyer secara langsung. Insya Allah di Rusia dalam pameran tanggal 30 Juli, saya bersama pak ketua DPRD akan ketemu dengan 8 buyer khusus untuk lada, sekaligus memamerkan produk barang jadi kita," sambungnya.

Erzaldi juga menyebutkan pihaknya sedang menghitung modal per kilo lada, sehingga petani bisa mengetahui secara pasti modal yang mereka keluarkan.

"Dalam waktu dekat, menghitung overhead dan modal per kilo, jangan sampai petani masih rugi. Kita enggak bisa berdasarkan harga tertinggi, yang kondisinya beda. Ini perlu edukasi," katanya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help