Musim Kemarau, Stamet Pangkalpinang Mulai Temukan Sejumlah Titik Panas di Babel

Memasuki musim kemarau Stasiun Meteorologi kelas 1 Depati Amir Pangkalpinang terus melakukan pemantauan Titik panas di Wilayah Kepulauan Babel

Musim Kemarau, Stamet Pangkalpinang Mulai Temukan Sejumlah Titik Panas di Babel
Bangka Pos / Agus Nuryadhyn
Staf Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas 1 Pangkalpinang, Evy 

Laporan Wartawan Bangkapos, Agus Nuryadhyn

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Memasuki musim kemarau Stasiun Meteorologi (Stamet) kelas 1 Depati Amir Pangkalpinang terus melakukan pemantauan Titik panas di Wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

Berdasarkan pantauan citra satelit beberapa waktu lalu, Minggu (15/7/2018) terpantau ada tiga titik panas (hot Spot) di Wilayah Jebus, Kelapa dan Mendobarat.

Staf Data dan Informasi Stasiun Meteorologi kelas 1 Depati Amir Pangkalpinang, Evy mengtakan untuk hari ini, Senin (15/7/2018) tidak terpantau adanya titik panas karena tertutup awan tebal.

Dijelaskan Evy citra satelit bisa memantau titik panas bila persentasi kepercayaan semakin besar, maka kejadian kebakaran hutan mendekati kebenaran sekitar 81-100 persen.

" Hari ini tidak terpantau karena terhadang awang tebal akibat mendung. namun beberapa hari lalu beberpa titik sudah terpantau seperti Hari Sabtu (14/7/2018) ada dua lokasi yakni di Wilayah Pudingbesar, dan Simpangrimba, Jumat (13/7/2018) juga dua titik yakni wilayah Payung dan Simpang Teritip. Minggu (15/7) ada tiga titik yakni di Jebus, Kelapa dan Mendobarat," ujarnya 

Sedangkan untuk curah hujan di wilayah Bangka Belitung sejak 1-15 Juli 2017 tercatat 29,6 milimeter.

"Saat ini, masuk musim kemarau. Adapun suhu minimum antara 24-32 derajat, dan pada saat puncak musim kemarau suhu udara 33 derajat. Sedangkan saat musim kering suhu udara hingga 34 derajat.

Sedangkan kategori musin hujan, menurut Evy, curah hujan tercatat di atas 150 milimeter ke atas perbulan.
Ditambahkan Evy untuk saat ini angin bertiup dari Tenggara hingga Selatan dan kecepatan rata-rata (4-8 knot) atau 8-15 kilometer perjam dan maksimum antara 10 - 18 knot. (*)

Penulis: agusrya
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved