147 Peserta Rebut Beasiswa Kedokteran Unja

Sebanyak 147 pelajar lulusan SLTA mengikuti seleksi bersaing untuk memperebutkan beasiswa kuliah Fakultas Kedokteran Universitas

147 Peserta Rebut Beasiswa Kedokteran Unja
dok bangka pos
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Padli 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebanyak 147 pelajar lulusan SLTA mengikuti seleksi bersaing untuk memperebutkan beasiswa kuliah Fakultas Kedokteran Universitas Jambi (Unja), Selasa (27/7/2018) di Novilla Boutique Resort and Spa Sungailiat.

Tim seleksi langsung ditangani dari pihak Unja untuk menyeleksi peserta yang akan masuk Fakultas Kedokteran Unja.

Pilihan Pemkab Bangka jatuh pada Unja karena yang merespon pertama kalinya program beasiswa tersebut dari pihak Unja.
Selain itu juga akreditasi Unja sudah terakreditasi predikat B.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Padli program beasiswa kedokteran yang dilaksanakan Pemkab Bangka banyak peminatnya tetapi hanya ada 10 peserta yang nanti akan mendapatkan beasiswa tersebut.

"Ada sebanyak 155 peserta yang mendaftar tetapi ada satu yang tidak lulus administrasi jadi sebanyak 154 orang. Tidak lulus itu tidak memenuhi syarat karena dari luar Kabupaten Bangka. Hari ini mereka oleh Unja di tes kemampuan dasar. Dari 154 itu yang ikut hari ini ada tujuh peserta yang tidak hadir jadi sebanyak 147 siswa ikut seleksi nanti diambil 10 siswa," jelas Padli kepada bangkapos.com, Selasa (17/7/2018) di Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka.

Pengumuman peserta yang lulus seleksi akan diumumkan pada tanggal 27 Juli 2018 nanti serentak di seluruh Indonesia. Sebanyak 10 peserta yang lulus nanti akan mengikuti tes kesehatan di Unja. Apabila dari 10 peserta tersebut ada yang tidak lulus tes kesehatan maka beasiswa diberikan kepada peserta lulus tidak ada penambahan.

"Kalau ada dua orang tidak lulus yang disekolahkan delapan orang tidak ada cadangan," kata Padli.

Seluruh biaya pendidikan, uang gedung dan biaya hidup semuanya ditanggung oleh Pemkab Bangka.

Untuk itu para peserta yang mendapatkan beasiswa kedokteran tersebut harus menandatangani perjanjian siap mengabdi di Kabupaten Bangka selama tujuh tahun.

"Mereka ini dokter umum bukan dokter spesialis karena untuk biaya dokter spesialis bisa mencapai 4 miliar," kata Padli.

Diakuinya untuk biaya uang gedung saja Pemkab Bangka harus menanggung sebesar Rp 100 juta dan uang kuliahnya untuk satu semester sebesar Rp 25 juta per orang.

Padli menegaskan tidak ada prioritas dan titip-titipan, semuanya tergantung hasil tes kemampuan dasar dan kesehatan para peserta nanti.

"Ini program yang sangat bagus untuk daerah kalau bupatinya mengerti harus didukung. Rumah sakit di Kabupaten Bangka ini banyak ada di Puding Besar, Belinyu dan Sungailiat kalau tidak disiapkan dokternya nanti susah. Jadi saya rasa para pejabat daerah siapa pun bupatinya harus didukung," jelas Padli.

Penulis: nurhayati
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help