Video

Video: Oknum Kepsek SMPN 5 Belinyu Diancam Maksimal 20 Tahun Penjara

Terkait penahan Oknum Kepala (Kepsek) SMPN 5 Belinyu Bangka atas tuduhan korupsi, Kacabjari Belinyu, Dede MY merinci soal kronologis

Laporan wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Terkait penahan Oknum Kepala (Kepsek) SMPN 5 Belinyu Bangka atas tuduhan korupsi, Kacabjari Belinyu, Dede MY merinci soal kronologis tindak pidana yang terjadi.

Perbuatan melawan hukum yang dilakukan Oknum Kepsek, Tersangka Andika Bani Prabowo (40), berawal Tahun 2016.

Ketika itu, Tahun 2016, dana BOS APBD yang masuk di SMPN 5 Belinyu sekitar Rp 54.210.000. Sedangkan total pengeluaran dana yang dikeluarkan oleh oknum tersebut pada triwulan I hingga III berdasarkan dokumen yang disita jaksa, Rp 36.591.350.

"Sehingga ada dana BOS APBD 2016 yang tidak bisa dipertanggung-jawabkan sebesar Rp 17.618.280," kata Kacabjari Belinyu, Dede ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/7/2018).

Selanjutnya di Tahun 2017, SMPN 5 Belinyu kembali mendapat kucuran dana APBD sebesar Rp 72.150.000.

Dana diperoleh berdasarkan penghitungan, jumlah siswa 185 siswa x Rp 32.500 x 12 bulan, sehingga diperoleh dana BOS APBD Bangka 2017 sebesar Rp 72.150.00 itu.

Dana tersebut dipergunakan tersangka selaku penanggung-jawab dana BOS hanya Rp 64.935.000.

"Jadi ada dana yang tidak bisa dipertanggung-jawabkan oleh tersangka sebesar Rp 7.215.000," katanya.

Padahal uang Rp 7.215.000 tersebut, setelah disidik jaksa dan diperiksa beberapa pihak diketahui sebagai belanja modal.

Halaman
123
Penulis: ferylaskari
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved