Benarkah Jengkol Lebih Efektif Lawan Kanker daripada Kemoterapi? Ini Kata Peneliti

Jengkol bukanlah jenis makanan baru bagi orang Indonesia. Berbagai daerah di seluruh negara ini bahkan dikenal sangat menggemari jengkol

Benarkah Jengkol Lebih Efektif Lawan Kanker daripada Kemoterapi? Ini Kata Peneliti
Tribun Jabar
Seorang pedagang menimbang jengkol di Pasar Induk Caringin, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (19/5). Dalam dua pekan terakhir harga jengkol terus merangkak naik setiap harinya hingga kenaikannya mencapai 100 persen. Seperti di pasar induk ini dari Rp 20.000 menjadi Rp 40.000 per kg, sedangkan di pasar-pasar tradisional di Kota Bandung mencapai harga Rp 50.000 per kg. Kenaikan akibat dipengaruhi keterbatasan persediaan. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

BANGKAPOS.COM  - Jengkol bukanlah jenis makanan baru bagi orang Indonesia.

Berbagai daerah di seluruh negara ini bahkan dikenal sangat menggemari jengkol, misalnya di Padang, Jakarta, dan Kalimantan Selatan. 

Namun baru-baru ini cukup banyak pesan siaran di Whatsapp yang menyebut bahwa makanan berbau khas ini bisa membunuh sel kanker.

Tak tanggung-tanggung, bahkan disebut juga bahwa jengkol 10.000 lebih efektif dibanding kemoterapi.

Benarkah jengkol bisa melawan sel kanker?

Menurut lembaga kesehatan Swedia, Institute of Health Sciences, jengkol ternyata memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik.

Tak hanya mengandung protein, kalsium, fosfor dan zat besi, jengkol juga mengandung banyak vitamin.

Vitamin A, vitamun B1, dan vitamin C (paling banyak kandungannya) bisa kita temukan dalam jengkol.

Jengkol
Jengkol (Kompas.com)

Senyawa yang terdapat dalam jengkol inilah yang bisa memberi manfaat pada tubuh termasuk membunuh sel kanker.

Fakta ini juga diperkuat dengan hasil penelitian dari Universitas Sains Malaysia.

Halaman
12
Editor: Evan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved