Cegah Perpeloncoan Siswa Baru, Dindikbud Terapkan Sistem MPLS

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bangka menerapkan Sistem Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)

Cegah Perpeloncoan Siswa Baru, Dindikbud Terapkan Sistem MPLS
dok bangka pos
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Padli 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bangka menerapkan Sistem Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada masa-masa orientasi sekolah di tingkat SLTP di Kabupaten Bangka. Sistem ini untuk mencegah kasus perpeloncoan siswa siswi baru.

"Jadi kita menerapkan masa orientasi sekolah dengan sistem Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Tujuan kita untuk mencegah kasus perpeloncoan yang kemungkinan saja bisa terjadi pada penerapan masa orientasi ini, semua kan sudah ada aturannya seperti yang tertuang dalam Permendikbud no 15 tahun 2016," jelas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Padli melalui rilis yang dikirimkan Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Kabupaten Bangka, Rabu (28/7/2018) kepada bangkapos.com.

Dengan menggunakan sistem ini menurut Padli, masa orientasi sekolah bagi siswa-siswi baru lebih diarahkan kepada pengenalan lingkungan sekolah, sarana dan pra sarana, dan struktur organisasi pada sekolah saja.

"Para siswa baru dilakukan pada pengenalan lingkungan sekolah, sarana dan prasarana, nama-nama gurunya dan struktur organisasi pada sekolah tersebut," kata Padli.

Sedangkan untuk kasus perpeloncoan, Padli menyatakan sejauh ini pihaknya belum ada laporan kasus perpeloncoan siswa baru tingkat SLTP di Wilayah Kabupaten Bangka,

"Kita di Kabupaten Bangka sejauh ini sejak tahun ajaran 2017-2018 belum ditemukan kasus-kasus yang terkait dengan perpeloncoan. Kita berharap agar kasus tersebut tidak ada karena anak-anak didik kita tersebut niatnya kan mau menuntut ilmu bukan untuk dikerjai," kats Padli.

Untuk itu guna mencegah kemungkinan munculnya kasus perpeloncoan dikemudian hari, Padli mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pertemuan dengan para kepala sekolah guna memberikan materi tentang penyelenggaraan MPLS yang sesuai acuan.

"Tentu kita tidak berharap akan munculnya kasus nanti terkait perbuatan tidak menyenangkan dalam perpeloncoan ini. Untuk itu kita selalu melakukan pertemuan dengan kepala sekolah SLTp terkait dengan pelaksanaan MPLS yang sesuai dengan acuan dan aturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat," ungkap Padli.

Kepala SMPN 2 Sungailiat Amran, mengatakan pihaknya telah menerapkan sistem MPLS sejak tahun 2017 lalu. Dirinya memastikan bahwa tidak adanya sistem perpeloncoan di SMPN 2 Sungailiat.

"Saya berani jamin SMPN 2 Sungailiat ini tidak adayang namanya perpeloncoan, pada dasarnya kita ikut aturan yang ada. Dalam hal ini saya juga telah memberi arahan kepada para panitia penyelenggara dan semua pihak yang ada di lapangan. Iya, kita sudah memberlakukan sistem MPLS ini sejak tahun lalu," kata Amran. 

Penulis: nurhayati
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved