Gelapkan Uang untuk Bayar Hutang, Budi Divonis 1 Tahun 6 Bulan

Terdakwa mengaku telah mengambil uang tersebut 2 kali pertama Rp.150 juta dan yang kedua sebesar Rp. 100 juta dengan total sebesar Rp. 250 juta.

Gelapkan Uang untuk Bayar Hutang, Budi Divonis 1 Tahun 6 Bulan
Bangka Pos / Adinda Rizki Amanda
Suasana Pengadilan Negeri Pangkalpinang (Pintu Masuk Khusus Tahanan) 

Laporan Wartawan Bangka Pos Adinda Rizki Amanda

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Budi alias Ase alias Ateng ditangkap setelah kedapatan melakukan penggelapan uang sebesar Rp. 250 juta, Rabu (18/7/2018).

Terdakwa yang saat itu bekerjasama dengan korbannya meminta modal untuk membeli pasir timah, namun uang korban tidak dipergunakan membeli pasir timah melainkan dipergunakan untuk keperluan pribadinya yakni membayar hutang.

Terdakwa mengaku telah mengambil uang tersebut 2 kali pertama Rp.150 juta dan yang kedua sebesar Rp. 100 juta dengan total sebesar Rp. 250 juta. 

Atas perbuatan terdakwa terancam pidana pasal 327 KUHP yang berbunyi.

"Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah".

Disidang sebelumnya terdakwa dituntut hukuman penjara selama 2 tahun lamanya. Namun di persidangannya kali ini terdakwa di vonis kurungan penjara selama 1 tahun 6 bulan.

di sidang agenda pembacaan tuntutan terdakwa sempat mengungkapkan pembelaannya dihadapan majelis hakim pengadilan negeri Pangkalpinang.

"Mohon yang mulia diringankan hukuman saya, saya menyesal atas perbuatan yang saya lakukan"kata terdakwa kepada majelis hakim

Dengan banyak pertimbangan akhirnya di sidang putusan terdakwa, majelis hakim meringankan hukuman terdakwa dari tuntutan hukuman 2 tahun penjara.

"Terdakwa dihukum selama 1 tahun 6 bulan kurungan"tegas ketua hakim I Nyoman Wiguna.

Terdakwa hanya terdiam terpaku mendengar putusan majelis hakim disidang terakhirnya.

"Atas putusan ini saudara berhak menerima, pikir-pikir atau mengajukan banding"jelas ketua hakim dihadapan terdakwa.

Tanpa panjang terdakwa menerima putusan sidangnya. Sidang dipimpin oleh ketua hakim I Nyoman Wiguna dan didampingi anggota hakim Hotma Sipahutar dan Siti Hajar Siregar diruang Tirta PN Pangkalpinang.(*)

Penulis: Adinda Rizki Amanda
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved