Meski Ada Silon,  KPU Tetap Cermati Dokumen Para Caleg Secara Manual 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pangkalpinang menyebutkan proses pendaftaran calon DPRD pada Pemilu 2019 menggunakan Sistem Informasi Pencalonan (Silon)

Meski Ada Silon,  KPU Tetap Cermati Dokumen Para Caleg Secara Manual 
Bangka Pos / Yudha Palistian
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pangkalpinang, M Yusuf 

Laporan Wartawan Bangkapos,  Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM,  BANGKA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pangkalpinang menyebutkan proses pendaftaran calon DPRD pada Pemilu 2019 menggunakan Sistem Informasi Pencalonan (Silon) yang sudah diterapkan dari KPU Pusat.

Meski demikian, KPU tetap mengutamakan pemeriksaan dokumen fisik secara manual sesuai persyaratan pendaftaran.

Ketua KPU Pangkalpinang, M. Yusuf mengingatkan kepada jajarannya untuk bekerja secara cermat dan transparan dalam memeriksa dokumen melalui sistem informasi, maupun dokumen-dokumen secara manual.

“Contohnya ijazah, stempel legalisir lama diperbolehkan, asalkan tidak ada batasan kadaluarsa, sehingga tidak perlu legalisir baru, kecuali apabila pada stempel terdapat tulisan hanya berlaku 6 bulan, harus diperbarui. Hal-hal seperti ini yang harus dicermati,” tutur Yusuf kepada Bangkapos di Kantor KPU Pangkalpinang,  Rabu (18/7/2018).

Yusuf pun juga mencontohkan hal berbeda untuk Surat Keterangan Catatan Kriminal (SKCK), yaitu tidak diperbolehkan memakai SKCK yang lama dan kadaluarsa, mengingat SKCK itu ada batasan masa berlakunya. Demikian juga untuk surat kesehatan, harus diperbarui.

Silon prinsipnya adalah untuk memudahkan, baik bagi KPU, partai politik (parpol) maupun masyarakat, untuk dapat mengakses calon-calonnya. 

“Silon ini bermanfaat untuk mengecek kegandaan, baik di KPU maupun di parpol sendiri. Kegandaan yang bisa saja muncul dari calon yang mencalonkan diri di lebih dari satu daerah, atau malah lebih dari satu.(*)

Penulis: Yudha Palistian
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help