Penambang Sungai Baturusa Membandel 16 Orang Ditangkap Menjelang Subuh

Penambang Ilegal di Sungai Baturusa Merawang Bangka membandel. Walau berkali-kali dirazia, mereka tetap beroperasi malam hari.

Penambang Sungai Baturusa Membandel 16 Orang Ditangkap Menjelang Subuh
Istimewa
Tampak suasana saat 16 penambang diamankan, Rabu (18/7/2018) menjelang shubuh oleh Satpolair Polres Bangka, dan saat tim gabungan membongkar barang bukti untuk diamankan, Rabu (18/7/2018) siang. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penambang Ilegal di Sungai Baturusa Merawang Bangka membandel. Walau berkali-kali dirazia, mereka tetap beroperasi malam hari.

Buntutnya, Tim Satpolair Polres Bangka mengambil tindakan dan menggelar razia malam menjelang subuh, Rabu (18/7/2018).

Kapolres Bangka AKBP M Budi Ariyanto diwakili Kabag Ops Kompol S Sophian, Kamis (18/7/2018) menyatakan, tim Polair terpaksa razia di tengah kegelapan malam.

Tim diterjunkan dini hari, menelusuri sepadan Sungai Baturusa menggunakan pehau dan speedboat.

"Pada Hari Rabu tltanggal 18 Juli 2018 sekira pukul 03.30 WIB telah dilakukan kegiatan penertiban penambangan pasir timah jenis TI apung rajuk tower yang beroperasi di aliran Sungai Baturusa dekat Jembatan Baturusa Desa Baturusa," kata Sophian.

Operasi tengah malam menjelang shubuh yang dimaksud dipimpin oleh Kepala Satuan Kepolisian Perairan (Satpolair) Polres Bangka, AKP Elpiadi

"Berawal ketika Polres Bangka kembali mendapat informasi dari masyarakat bahwa masih adanya para penambang TI rajuk yang membandel dan tetap beroperasi pada malam hari di aliran Sungai Baturusa. Aktifitas penambang terlihat jelas dari Jembatan Baturusa," katanya.

Padahal sebelumnya, Sabtu (14/7/2018) siang telah dilakukan penertiban penambangan di lokasi yang sama.

Ketika itu penambang diminta tidak melakukan aktifitas serupa, namun faktanya membandel. Merasa dikangkangi, Tim Polair Polres Bangka dibantu Polair Polda Babel melakukan penyelidikan.

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved