Tarmin Sebut Pertambangan Picu Konflik Sosial di Babel

Potensi konflik lain yang dapat mengancam keamanan masyarakat, ia mengatakan pihaknya masih terus mengawasi dan memantau perkembangan di masyarakat

Tarmin Sebut Pertambangan Picu Konflik Sosial di Babel
Bangka Pos / Krisyanidayati
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tarmin 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tarmin mengatakan pertambangan menjadi satu diantara pemicu terjadinya konflik sosial di masyarakat Babel.

"Potensi konflik di Babel ini yang sekarang ini, ya masalah pertambangan. Ini berkaitan dengan sikap pro dan kontra masyarakat," kata Tarmin usai menghadiri acara rapat Koordinasi Bersama Monitoring verifikasi dan Evaluasi Rencana Aksi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tingkat Provinsi tahun 2018, di Bangka City Hotel, Rabu (18/7/2018).

Lebih lanjut, Tarmin membeberkan pertambangan laut dan penambangan liar yang kerap menjadi konflik di masyarakat.

"Pertambangan laut ada nelayan yang tidak suka,dan adanya penambangan liar. Ini potensi konflik yang ada di kita.
Ini bisa saja menjadi konflik kalau memang tidak ditangani dengan baik," katanya.

Menurutnya, pihaknya saat ini terus melakukan sosialisasi dan pendekatan persuasif agar potensi konflik ini, tidak menjadi konflik berkepanjangan.

"Kalau sekarang kita sosialisasi, kalau memang ada ketidakpuasan kelompok masyarakat terhadap suaru kegiatan, kita tetap berkoordinasi dengan pihak terkait seperti keamanan," ujarnya.

Disinggung, soal potensi konflik lain yang dapat mengancam keamanan masyarakat, ia mengatakan pihaknya masih terus mengawasi dan memantau perkembangan di masyarakat.

"Ya,artinya kalau yang sekarang muncul kepermukaan itu ya yang tambang, kalau yang lainnya kayaknya cukup landai di Babel," sebutnya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help