Kisah Perjuangan Para Orangtua Penyandang Disabilitas di Pangkalpinang untuk Buah Hati Mereka

Musayadah sangat berharap anaknya yang telah lulus Sekolah Luar Biasa (SLB) setingkat SMA itu bisa

Kisah Perjuangan Para Orangtua Penyandang Disabilitas di Pangkalpinang untuk Buah Hati Mereka
BANGKA POS/DEDY QURNIAWAN
Para penyandang disabilitas mengikuti seleksi untuk pelatihan selama satu tahu di BBRVB Kemensos, Kamis (‎19/7/2018). Seleksi berlangsung di Rumah Perlindungan Sosial Sejahtera milik Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Pangkalpinang, Kacangpedang. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Sudah dua jam Musayadah, warga Bukit Merapin, menunggu M. Rizki (23), anaknya yang tunarungu tengah ikut tes masuk sekolah keterampilan di Balai Besar ‎Rehabibilitasi Vokasional Binadaksa (BBRVB), Kementerian Sosial.

Ujian itu diikuti oleh sembilan penyandang disabilitas, satu di antaranya M. Rizki, di Rumah Perlindungan Sosial Sejahtera milik Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Pangkalpinang, Kacangpedang, Kamis (19/7/2018) pagi tadi.

Musayadah sangat berharap anaknya yang telah lulus Sekolah Luar Biasa (SLB) setingkat SMA itu bisa lulus tes dan peluang untuk berkerja dan hidup lebih mandiri terbuka lebar.‎ Rizki dan delapan orang lainya diuji oleh dua orang dari BBRVB. 

Pantauan Bangka Pos, tes ini tak ubahnya ujian mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Sambil duduk di kursi dengan posisi melingkari meja, pesertanya diberi arahan dan waktu pada tiap sesi soal.

Musayadah mengatakan, ini tes kedua yang diikuti anaknya. Tahun lalu, anaknya lulus tes namun diam-diam membatalkan ‎kesempatan itu tanpa ia ketahui.

Ia pun merasa kecolongan.‎ "Padahal ini untuk dirinya sendiri. Abangnya juga menganjurkan. Saya tahunya dari orang Dinsos bahwa yang dulu sempat ia batalkan. Kemarin orang Dinsos datang, saya tanya lagi dia, mau katanya," ucap ibu-ibu berhijab ini.

Menurut Musayadah, anaknya memiliki keinginan untuk bekerja‎. Sejumlah lamaran sempat diantarkan ke sejumlah tempat seperti supermarket dan perhotelan, namun tak kunjung mendapatkan panggilan.

Rizki, kata Musayadah, gemar‎ merancang busana, merias, dan bisa menggunakan komputer.

Halaman
12
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help