Home »

Lokal

» Bangka

Melihat Anak Dikhitan, Lutut Ibunya Jadi Lemas hingga Hampir Terjatuh

Mata Ririn berkunang-kunang, keringat dinginnya bercucuran, tiba-tiba lututnya lemas dan dia langsung oleng ke belakang hampir terjatuh.

Melihat Anak Dikhitan, Lutut Ibunya Jadi Lemas hingga Hampir Terjatuh
Bangka Pos / Nurhayati
Ririn didampingi anaknya Syawal yang baru selesai dikhitan, ketika minum teh hangat yang disediakan Staf PT Timah Tbk saat hampir pingsan, Kamis (19/7/2018) di Kantor PT Timah Tbk Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Mata Ririn berkunang-kunang, keringat dinginnya bercucuran, tiba-tiba lututnya lemas dan dia langsung oleng ke belakang hampir terjatuh.

Seorang Staf Kantor PT Timah Tbk Sungailiat yang berdiri di belakang Ririn langsung menopang tubuh ibu rumah tangga itu agar tidak terhempas ke lantai dan dibopong untuk duduk di kursi.

Ririn lemas ketika mendampingi putranya Syawal saat mengikuti khitanan massal yang dilaksanakan PT Timah Tbk, Kamis (19/7/2018) di Kantor PT Timah Tbk Sungailiat.

Ia tak sanggup melihat anaknya dikhitan sehingga hampir pingsan. Selain itu dia tak tahan AC ruangan tempat khitan yang dingin.
"Lututku langsung lemas dak kuat lagi berdiri," ungkap Ririn.

Sedangkan Syawal anaknya justru tenang tidak takut saat dikhitan. Siswa kelas IV SDN 2 Sungailiat tersebut tak menangis saat dikhitan oleh tim medis. Usai dikhitan dia justru mendampingi ibunya yang tersender lemas di kursi.

Sedangkan Azka bocah usia empat tahun ini bukan takut di sunat ia justru takut melihat badut Marsha and The Bear yang tiba-tiba muncul ketika dia berdiri di depan tangga ketika menerima sarung dan alat tulis sekolah secara simbolis yang diberikan Kepala Divisi Teknik dan Sarana PT Timah Tbk Ari Wibowo.

Dia berlari ketakutan ketika badut Marsha menghampirinya. Ibunya kemudian memeluk Azka dan menenangkan anaknya agar tidak takut badut. Azka langsung dikumbus ibunya dengan kain sarung agar tidak melihat badut tersebut. Dia bersembunyi dipelukan ibunya.

Kegiatan khitanan dan donor darah massal ini merupakan rangkaian bakti sosial PT Timah Tbk memperingati HUT ke 42 tahun.

Menurut Ari Wibowo dalam sambutannya dari 80 kuota yang disediakan PT Timah Tbk untuk khitanan massal ini ada 76 anak dari kalangan keluarga tidak mampu. Sedangkan untuk kuota donor darah sebanyak 60 orang.

"Jangan takut biasa saja karena alat sekarang untuk sunat lebih canggih daripada jaman dulu," kata Ari Wibowo.

Bakti sosial ini dilaksanakan untuk kedua kalinya dimana khitanan massal pertama dilaksanakan di Kantor Pusat PT Timah Tbk. Kegiatan akan dilaksanakan di Belinyu, Kundur dan Kepulauan Riau yang menjadi unit-unit operasional PT Timah Tbk.

"Mohon doanya PT Timah tetap jaya sehingga bisa berkontribusi bagi masyarakat semuanya," harap Ari Wibowo.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help