Soal Freeport Said Didu Sebut Banyak 'Benalu' di Jakarta, Pihak Freeport Tertekan di Indonesia

Mantan staf khusus menteri ESDM, Muhammad Said Didu, turut menyoroti soal benalu-benalu Freeport.

Soal Freeport Said Didu Sebut Banyak 'Benalu' di Jakarta, Pihak Freeport Tertekan di Indonesia
Seno Tri Sulistiyono/Tribunnews.com
Muhammad Said Didu 

BANGKAPOS.COM - Mantan staf khusus menteri ESDM, Muhammad Said Didu, turut menyoroti soal benalu-benalu Freeport.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut tampak ketika ia hadir di acara Indonesia Lawyer tvOne pada Selasa (17/2018).

Said Didu mengatakan jika dirinya adalah pelaku negosiasi pertama Freeport 2015.

"Jadi saya paham betul apa yang terjadi, saya ngobrol dengan Bob Hasan yang generasi pertama kontrak Freeport.

Saya ke Papua berkali-kali untuk mengetahui semuanya.

Jadi saya menyatakan siapun presidennya, akan mengahadapi seperti ini.

Dan siapapun yang berprestasi juga akan mendapatkan.

Jadi tidak usah dicap siapa presidennya waktunya sampai, bukan karena Pak Jokowi sedang presiden, untuk menyelesaikan persoalan," kata Said Didu.

Baca: Kata Aku Jijik Mas di Cuplikan Sinetron Orang Ketiga Viral, Begini Tanggapan Naysila Mirdad

Ia kemudian mengaku jika saat perundingan 2015, membahas tentang kontrak, namun Ketua KSP mengatakan jika tidak boleh ada perundingan sebelum 2019.

"Pak Luhut saat itu, nah karena Undang-undang Minerba mengatakan dua tahun sebelum habis kontrak, baru boleh meminta perpanjangan," lanjutnya.

Said Didu kemudian menjelaskan kenapa ada perundingan.

Halaman
123
Editor: zulkodri
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help