Terdakwa Kasus Kecelakaan Meminta Maaf Kepada Keluarga Korban Saat Sidang Berlangsung


Dengan sigap sang suami menjawab dengan mata berkaca-kaca dan suara yang tersendat-sendat

Terdakwa Kasus Kecelakaan Meminta Maaf Kepada Keluarga Korban Saat Sidang Berlangsung

Bangkapos/Yudha Palistian
?Persidangan Terdakwa Bong Sin Lio alias Aloi, terdakwa dalam kasus kecelakaan yang menewaskan seorang wanita warga air mawar pangkalpinang di PN Pangkalpinang, Kamis (19/7/2018). 

Laporan Wartawan Bangkapos,  Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bong Sin Lio alias Aloi,  terdakwa dalam kasus kecelakaan yang menewaskan seorang wanita warga air mawar pangkalpinang meminta maaf kepada pihak keluarga ditengah persidangan yang disaksikan oleh majelis hakim dan penonton sidang di Ruang Sidang Garuda PN Pangkalpinang,  Kamis (19/7/2018).

Aloi harus berurusan dengan meja hijau PN Pangkalpinang lantaran tak ada itikad baik selama kurang lebih dua bulan sejak kejadian tersebut berlangsung, sehingga pihak keluarga melaporkan kasus tersebut ke ranah hukum.

Pada sidang pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (Herlynita) pada Kamis (19/7/2018), dua orang saksi yaitu suami korban (Edy) dan saksi mata (Toni) dalam kejadian tersebut.

Ketua Majelis Hakim (I Nyoman Wiguna)  sempat menanyakan kepada suami korban alasan pihak keluarga menuntut terdakwa, padahal korban pun sudah meninggal.

Dengan sigap sang suami menjawab dengan mata berkaca-kaca dan suara yang tersendat-sendat, bahwa dari pihak terdakwa tidak ada itikad baik setelah menabrak isterinya yang mengakibatkan meninggal dunia.

Sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim yakni oleh Ketua Hakim (I nyoman Wiguna) dan anggota Hakim (Corry Oktarina dan Siti H. Siregar), beberapa kali sempat melontarkan kalimat yang tegas dan nada tinggi kepada terdakwa lantaran kecewa atas perbuatan Aloi yang tidak membantu pihak keluarga.

Kejadian bermula ketika tanggal 04 April 2018, sekira pukul 10.30 Wib di Jl. Ahmad Rasydi Hamzah Kelurahan Bintang Kota Pangkalpinang terdakwa yang mengemudikan kendaraan Mobil Mitshubisi Dum Truck warna kuning BN 8391 TO yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia.

"Terdakwa melewati Jalan Teresia dan melintas ke jalan Kampung Bintang dengan kecepatan ± 40 KM dan tidak melihat Sepeda Motor Yamaha Xeon warna biru Hitam BN 3091PS yang dikendarai oleh korban melaju dari arah sebelah kiri," tutur JPU dihadapan persidangan.

Terdakwa sempat mendengar suara benturan dari arah samping roda sebelah kiri, selanjutnya Aloi langsung menghentikan kendaraannya dan melihat keadaan korban dan membawanya ke Rumah Sakit Bakti Timah.

Bahwa saat itu kondisi cuaca cerah dengan kondisi jalan sepi serta berdasarkan hasil Visum Et Repertum Nomor  : 895/MR-VIS/V/2018 tanggal 16 Mei 2018 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Titis Kamadiana
yakni korban sudah dalam keadaan meninggal dunia karena kecelakaan tersebut.

Perbuatan Aloi itu pun,  diatur dan diancam Pidana melanggar Pasal 310 ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalulintas dan Angkutan jalan.

Sidang pun ditunda pekan depan dengan agenda pembacaan tuntutan dari pihak JPU. (*)


Penulis: Yudha Palistian
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved