Waspada Musim Kemarau Tiba,  Dua Wilayah di Bangka Ini Masuk Kategori Hari Tanpa Hujan (HTH) 

(BMKG) Statasiun Klas I Depati Amir Pangkalpinang, mengatakan bahwa dibulan juni sudah masuk musim kemarau dengan kategori normal.

Waspada Musim Kemarau Tiba,  Dua Wilayah di Bangka Ini Masuk Kategori Hari Tanpa Hujan (HTH) 
Dok/Bapos
Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang, Kurniaji. 

Laporan Wartawan Bangkapos,  Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Statasiun Klas I Depati Amir Pangkalpinang,  memperkirakan bulan juni sudah masuk musim kemarau dengan kategori normal.

Dari pantauan di Babel antara 6-10 hari sejumlah wilayah yakni d Bangka Barat dan Kabupaten Bangka masuk kategori Hari Tanpa Hujan (HTH). Adapun wilayah yang termasuk HTH adalah di Simpangteritip, Mayang, Muntok dan Tempilang. sedangkan di Kabupaten Bangka yakni di daerah Pemali.

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Klas I Depati Amir Pangkalpinang,  Kurniaji mengatakan menurut data yang mereka peroleh masih sangat terlalu dini untuk menyebutkan wilayah mana saja yang saat ini terdampak kemarau parah apabila Hari Tanpa Hujan (HTH) bisa disimpulkan dengan kategori kekeringan sangat panjang jika HTH nya telah mencapai 31 - 60 hari dan kekeringan esktrim ketika HTH nya melebihi 60 hari.

"Puncak musim kemarau di Babel adalah dari minggu ketiga Agustus hingga minggu kedua September," jelasnya kepada Bangkapos,  Kamis (19/7/2018).

Ia pun menambahkan,  tahun lalu Babel malah cenderung normal karena tidak ada pengaruh El Nino. Tetapi untuk tahun ini BMKG, Jamstec dan NCEP NOAA memprediksi akan ada pengaruh El Nino lemah hingga moderate, namun terjdinya pada bulan Oktober - Desember sehingga tidak terlalu berpengaruh pada bulan tersebut sehingga dibulan itu sudah mulai memasuki musim penghujan kembali.

Aji pun menuturkan,  Ada hal-hal yang perlu diwaspadai ketika musim kemarau tiba seperti,

(*) Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sehingga kesadaran masyarakat sangat diperlukan untuk tidak membuang puting rokok dan membakar lahan .

(*) Kurangi aktifitas diluar rumah yang menyebabkan dehidrasi dan perbanyak konsumsi Air agar metabolisme tubuh terjaga dengan baik.

(*) Gunakan masker ketika bekendara, sebab debu jalanan yang disebabkan kekeringan saat kemarau bisa menyebabkan gangguan pernafasan dan iritasi mata. (*)

Follow instagram Bangka Pos

Penulis: Yudha Palistian
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved