Berawal Dari Mengintip Mandi, PJ Masuk ke Kontrakan SU di Koba, Lalu Ini Yang Terjadi

Kasus percobaan asusila terjadi di Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah pada, Jumat (20/7/2018) pagi sekitar pukul 08.30 WIB

Berawal Dari Mengintip Mandi, PJ Masuk ke Kontrakan SU di Koba, Lalu Ini Yang Terjadi
Tribun Jogja
Ilustrasi (Tribun Jogja) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Kasus percobaan asusila terjadi di Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah pada, Jumat (20/7/2018) pagi sekitar pukul 08.30 WIB di kontrakan SU (20) di Padang Mulya, Kecamatan Koba,

Korban yang merupakan warga Desa Sebagin, Kecamatan Simpangrimba, Bangka Selatan, sempat mendapatkan kasus percobaan asusila oleh pelakunya PJ (27) warga Padang Mulya, Kecamatan Koba Bangka Tengah yang merupakan tetangga kontrakan pelaku.

Informasi yang didapatkan bangkapos, awal kisah kasus percobaan asusila terjadi ketika pelaku ingin mencoba mengintip korban yang sedang mandi di kontrakannya, yang bersebelahan dengan korban, pelaku lalu masuk ke dalam rumah dan berupaya untuk melakukan tindakan asusila terhadap SU.

Namun upaya pelaku gagal, karena korban sempat berteriak dan berlari keluar rumah, akibatnya pelaku tidak jadi melakukan perbuatan asulisa terhadap korban SU yang saat itu berhasil melepaskan pegangan dari pelaku.

Kapolsek Koba AKP Andri Eko Setiawan membenarkan kasus upaya asusila itu, dimana korban SU hampir saja menjadi korban asusila oleh saudara PJ pada, Jumat (20/6/2018) pagi, namun hal itu tidak terjadi karena korban melakukan perlawanan terhadap pelaku.

"Korban dan pelaku ini kontrakanya bersebelahan, saat itu pelaku masuk ke dalam kontrakan korban, ia ingin berupaya melakukan tindakan asusila namun gagal terjadi, karena perlawanan korban,"jelas Kapolsek AKP Andri kepada wartawan, Jumat (20/7/2018)

Ia menambahan, kasus percobaan asusila ini berakhir dengan mediasi, dimana korban SU ingin dimintakan mediasi oleh pihak kepolisian atas percobaan asusila yang dilakukan oleh pelaku terhadap dirinya.

"Kasusnya tidak berlanjut, tetapi berakhir dengan mediasi dari korban sendiri meminta untuk dimediasi, tidak melanjutkannya, saya awalnya sudah tekankan kepada korban saya tanya berulang kali, apakah benar tidak mau dilanjut, ia tetap tidak mau melanjutkan dan selesai meminta untuk di mediasi,"ujarnya

"Awalnya korban perempuan juga tidak malaporkan.Korban perempuan datang minta di mediasi bukan untuk melaporkan, agar tersangka tidak mengulang lagi,"lanjutnya

Kapolsek menambahkan bahwa, mediasi dilakukan dengan disaksikan oleh kedua orang tua korban dan Lurah serta anggota Bhabin, yang menyimpulkan keduanya berdamai atas kasus percobaan asusila ini.

"Telah sepakat diselesaikan secara musyawarah di dampingi keluarga kedua pihak, ada juga Bhabin, pak lurah di sepakatilah bahwa berdamai dan tidak dilanjutkan kembali, karena dalam hukum progresif semua persoalan hukum tidak harus dibawah ke meja hijau tetapi juga bisa diselesaikan dengan mediasi dan tidak ke pengadilan,"ujarnya

Penulis: Riki Pratama
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved