Nelayan Bangka Harus Waspada Gelombang Pasang Datang Tiba-Tiba

Nelayan harus berhati-hati, sebab cuaca di lautan sedang tak bersahabat. Gelombang tinggi bisa membahayakan keselamatan.

Nelayan Bangka Harus Waspada Gelombang Pasang Datang Tiba-Tiba
Dok/bapos
Inilah kondisi gelombang di perairan Bangka. Membuat wisatawan domestik tidak dapat mandi berenang di Pantai. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Nelayan harus berhati-hati, sebab cuaca di lautan sedang tak bersahabat. Gelombang tinggi bisa membahayakan keselamatan.

Imbauan ini diutarakan oleh Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka, Ridwan kepada Bangka Pos Groups, Jum'at (20/7/2018).

"Pihak Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengingatkan nelayan di daerah ini agar tetap mewaspadai gelombang pasang di kawasan penangkapan," kata Ridwan.

Diakui Ridwan, walau demikian, nelayan dipersilahkan melaut. Beberapa lokasi penangkapan ikan pada titik tertentu relatif aman.

"Meskipun begitu , ketinggian gelombang di sejumlah tempat penangkapan ikan relatif aman bagi nelayan. Namun harus tetap diwaspadai datangnya gelombang pasang yang biasanya disertai angin kencang secara tiba-tiba," katanya.

Satu hal lagi yang tak kalah pentingnya untuk diingat, agar nelayan melaut membawa alat komunikasi dan alat keselamatan. Peralatan itu sebagai antisipasi terjadinya kecelakaan di lautan.

"Nelayan diperingatkan melengkapi kelengkapan pengamanan seperti, jaket pelampung, radio komunikasi dan peralatan pendukung pengamanan lainnya," katanya.(*)

Nelayan juga diharuskan tetap menjalin komunikasi melalui radio dengan sesama nelayan agar diketahui keberadaan masing-masing. Komunikasi juga harus terjalin dengan pihak Polair maupun TNI AL.

"Nelayan yang melakukan penangkapan, saya minta agar tetap menjaga komunikasi antar nelayan untuk memudahkan bantuan jika mengalami kendala di tengah laut. Informasi nelayan di laut dibutuhan agar dilakukan tindakan bantuan secepatnya oleh pihak berwenang," katanya.

Selama ini, sebagian besar nelayan Sungailiat dan sekitarnya melakukan penangkapan ikan jarak tempuh lebih kurang 60 mil atau butuh waktu lima hingga delapan jam perjalanan.

"Jarak tempuh penangkapan ikan oleh nelayan yang cukup jauh dengan kapasitas kapal penangkapan maksimal 10 gross ton, tentu harus mengutamakan keselamatan. Jangan memaksa melaut kalau kondisi gelombang dan angin kencang yang membahayakan keselamatan," imbaunya.(*)

Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved