Pilpres 2019

Survei LIPI: Elektabilitas Jokowi Masih Teratas tapi Belum Aman Jika Ada 3 Capres

Hasil suurvei LIPI menunjukkan elektabilitas Presiden Joko Widodo hingga kini berada di posisi teratas.

Survei LIPI: Elektabilitas Jokowi Masih Teratas tapi Belum Aman Jika Ada 3 Capres
TRIBUN/SETPRES/AGUS SUPARTO
Presiden Joko Widodo mencoba menembak usai meninjau kesiapan tempat penyelenggaraan Asian Games di komplek olah raga Jakabaring, Palembang, Sabtu (14/7/2018). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Hasil Survei yang dilakukan Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan elektabilitas Presiden Joko Widodo hingga kini berada di posisi teratas.

Peneliti Senior LIPI, Syamsuddin Haris, menjelaskan meskipun posisi Jokowi berada di urutan pertama--pada kisaran 50 persen-- hal tersebut tidak menjamin posisi Jokowi aman dalam Pilpres 2019.

Ia menjelaskan posisi Jokowi akan ditentukan berapa calon presiden yang akan bertarung dalam Pemilu 2019 nanti.

"Kalau face to face cukup aman ya, tapi kalau ada tiga Capres ya enggak aman," ujar Syamsuddin di Century Park Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (19/7/2018).

Baca: Sambil Bercanda Politikus PDIP Ini Bocorkan Inisial Cawapres Pilihan Jokowi

Jika ada tiga calon presiden bertarung, Syamsuddin mengatakan dukungan dari sejumlah partai pasti akan terpecah.

"Kita kan belum tahu dua paslon atau tidak, karena SBY masih menjajaki koalisi untuk mendorong AHY jadi cawapres," katanya.

Adapun surveinya, LIPI melakukan pertanyaan secara terbuka dan tertutup untuk mengukur elektabilitas calon presiden.

Baca: Semakin Mengerucut, Cawapres Prabowo Tinggal Dua Kandidat

Dalam pertanyaan terbuka (top of mind) Jokowi memeroleh persentase sebesar 45 persen, 28 persen lebih besar dari nama Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Sementara dalam pertanyaan tertutup, temuan LIPI menunjukkan elektabilitas Jokowi berada pada kisaran angka 50 persen.

Elektabilitas Jokowi Akan Stabil Jika Konsisten Memenuhi Janji Politiknya

Syamsuddin Haris mengatakan elektabilitas Joko Widodo yang berada pada kisaran angka 50 persen bisa saja stabil hingga pelaksanaan Pemilu 2019.

Syamsuddin mengatakan, ada beberapa langkah untuk menjaga elektabilitas Jokowi tetap stabil.

"Supaya stabil dan kalau bisa meningkat, Jokowi mesti konsisten dengan agenda pemenuhan janji-janji politik yang sudah dikemukakan pada pemilu 2014 lalu," ujar Syamsuddin di Century Park Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (19/7/2018).

Baca: Denada Habiskan Uang Ratusan Juta Demi Kesembuhan Putrinya

Dengan kata lain, ujar Syamsuddin, Jokowi harus fokus terhadap kinerjanya menyelesaikan yang sudah dijanjikan dalam nawacita.

"Jadi enggak usah membahas cawapres dan sebagainya. Fokus kerja saja," katanya. (Tribunnews.com/Reza Deni)

Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved