Warga Diimbau Proaktif Urus PTSL, Simak Keuntungan, Syarat, dan Kriteritanya

Kantor Pertanahan Pangkalpinang menargetkan 6150 peta bidang dan 3650 sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap di Kota Pangkalpinang

Warga Diimbau Proaktif Urus PTSL, Simak Keuntungan, Syarat, dan Kriteritanya
Bangka Pos / Dedy Qurniawan
Kasubbag Tata Usaha Kantor Pertanahan Pangkalpinang, Warsita 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA-‎ Kantor Pertanahan Pangkalpinang menargetkan 6150 peta bidang dan 3650 sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap di Kota Pangkalpinang. Pada 2018 ini realisasinya dinyatakan terus ber-progres.

Kepala Subbag Tata Usaha Kantor Pertanahan Pangkalpinang Warsita ‎menyatakan, saat ini telah ada 1000-an sertifikat PTSL yang telah diterbitkan. Pihaknya mengimbau warga untuk proaktif.

"Kalau pengukurannya saat ini sudah sekitar 70 persen. Kalau penerbitannya itu memang belum banyak, sekitar 1000-an. Kami mengharapkan warga bisa proaktif," kata Warsita kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Jumat (20/7/2018).

Dia juga menjelaskan, saat ini dari 3650 target PTSL, telah ada 1000-an peserta di lima kelurahan yang berkas PTSL-nya telah lengkap dan bidang tanahnya telah diukur oleh Kantor Pertanahan Pangkalpinang.

Kelima kelurahan tersebut adalah Kelurahan Opas Indah dengan 100 berkas PTSL, Rawa Bangun (100), Batin Tikal (30), Gedung Nasional (50), dan Kelurahan Air Kepala Tujuh dengan 1000 berkas PTSL.

"Ini bertahap. Kalau lima kelurahan ini sudah, kami pindahkan fokus targetnya lagi tahun depan," ucapnya.

Menurut Warsita, kendala PTSL di Pangkalpinang disebabkan oleh kekhawatiran warga mengenai pajak ketika tanah ber-PTSL hendak dijual. Kendala lainnya adalah kekhawatiran warga atas Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang timbul saat mengurus PTSL.

"Sebenarnya BPHTB itu hanya terkena untuk yang di atas Rp 60 juta NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak)-nya. Syarat lainnya paling, materai, blankonya bisa minta di sini, kemudian fotokopi surat-surat tanahnya. Kalaupun takut bayar, ini tidak bayar. Ini tidak ribet, silakan saja langsung datang ke sini untuk syarat-syaratnya,"‎kata Warsita.

PTSL adalah kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali yang dilakukan secara serentak bagi semua obbyek pendaftaran tanah di seluruh wilayah Republik Indonesia dalam suatu wilayah desa/kelurahan atau nama lainnya yang setingkat dengan itu, yang meliputi pengumpulan data fisik dan data yuridis mengeani satu atau beberapa obyek pendatran tanah untuk keperluan pendaftarannnya.

Halaman
12
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved