Bunuh Pacar, Seorang Ratu Kecantikan Penjara di Kenya Dijatuhi Vonis Hukuman Mati

"Saya ingin orang-orang muda tahu bahwa membunuh pacar kalian bukanlah hal yang baik, bahkan ketika kalian merasa kecewa atau frustrasi..."

Bunuh Pacar, Seorang Ratu Kecantikan Penjara di Kenya Dijatuhi Vonis Hukuman Mati
Dailymail - AFP
Putri Kecantikan Penjara Kenya 

BANGKAPOS.COM -- Pengadilan Kenya telah memvonis seorang ratu kecantikan penjara karena menikam pacarnya sebanyak 25 kali hingga tewas.

Atas vonis yang diberikan, kelompok-kelompok hak asasi beramai-ramai memberikan kritiknya.

Mereka menilai bahwa hukuman mati itu tidaklah manusiawi.

Dilansir TribunWow dari dailymail.co.uk, Ruth Kamande (24) memenangkan kontes kecantikan di penjara tempatnya ditahan ketika menunggu proses pengadilan.

Dirinya didakwa membunuh pasangannya, Farid Mohammed (24) hingga meninggal pada tahun 2015 lalu.

Kamande dinyatakan bersalah dan dihukum pada bulan Mei 2018.

Baca: Peluk Sang Buah Hati, Anak Bungsu Nikita Mirzani Ternyata Jalani Operasi

Baca: Inneke Koesherawati Tak Kuasa Menahan Tangis Usai Diperiksa KPK

"Saya ingin orang-orang muda tahu bahwa membunuh pacar kalian bukanlah hal yang baik, bahkan ketika kalian merasa kecewa atau frustrasi, jangan lakukan itu," hakim Pengadilan Tinggi Kenya, Jessie Lesiit menegaskan, pada Kamis (19/7/2018).

"Sebaliknya, justru keren jika kalian pergi dan sesudahnya memaafkan."

Hakim menuding Kamande memiliki perilaku 'manipulatif'.

Ia mengakses telepon seluler korban serta tidak menunjukkan penyesalan atas kesalahan yang telah ia lakukan.

"Saya pikir hukuman lain selain yang telah saya tentukan ini akan mengubah terdakwa menjadi pahlawan," kata Lesiit.

Kelompok hak asasi Amnesty International menyebut kalimat tersebut 'kejam, tidak manusiawi dan ketinggalan jaman'.

Baca: Sukses sebagai Penyanyi Dangdut, Ini 5 Foto Iis Dahlia di Awal Karier Bernyanyinya

Baca: Ahli Tulisan Ungkap Istri Pangeran Harry Sembunyikan Sesuatu, Bandingkan Tanda Tangan Meghan & Kate

"Kalimat ini merupakan tamparan untuk catatan progresif Kenya dalam mengubah hukuman mati menjadi hukuman penjara," kata direktur Amnesty, Irungu Houghton.

Halaman
12
Editor: asmadi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved