Beberapa Hari Lagi Ada Blood Moon, Ada Ramalan Soal Ini dari Fenomena Itu

Fenomena astronomi ini memang terkesan mistis dengan visualnya, Bulan berwarna merah seperti darah

Beberapa Hari Lagi Ada Blood Moon, Ada Ramalan Soal Ini dari Fenomena Itu
ist
Super blue blood moon 

BANGKAPOS.COM--Pada tanggal 28 Juli mendatang, sebuah fenomena astronomi menarik akan kembali terjadi.

Bulan akan mengalami gerhana total dengan warna merah yang menyelimuti satelit Bumi ini.

Warna merah yang tampak pada Bulan sebenarnya juga berasal dari cahaya Matahari. Walau mengalami gerhana total, Bulan tidak akan terlihat gelap gulita.

Blood moon yang terjadi pada tahun 2011.
Blood moon yang terjadi pada tahun 2011. (SHUTTERSTOCK)

Ketika cahaya Matahari masuk ke Bumi dan melewati atmosfer, cahaya dengan frekuensi tinggi (hijau, biru, dan ungu) akan dengan mudah dibiaskan oleh molekul atmosfer—hal inilah yang menciptakan warna biru pada langit saat siang hari.

Sementara cahaya dengan frekuensi rendah, seperti cahaya kuning, oranye, dan merah akan dengan mudah menembus atmosfer Bumi.

Cahaya ini akan "jatuh" lurus memasuki Bumi. Arah jatuh cahaya dan peran sedikit pembiasan akan mengubah arah cahaya frekuensi rendah ini ke arah umbra Bumi—

bayangan inti yang berada di bagian tengah sangat gelap pada saat terjadi gerhana.

Bulan yang sedang berada di area umbra ini kemudian akan nampak kemerahan akibat cahaya frekuensi rendah Matahari yang dipantulkan tersebut.

Dikaitkan dengan kiamat dan 70 tahun Israel.

Fenomena astronomi ini memang terkesan mistis dengan visualnya, Bulan berwarna merah seperti darah.

Halaman
123
Editor: Iwan Satriawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help