Empat Penyakit Bersumber dari Sampah Masih Terjadi di Kabupaten Bangka

Kepala Bappeda Kabupaten Bangka Pan Budi Marwoto mengakui sekitar 40 persen penyakit di dunia berasal dari sampah.

Empat Penyakit Bersumber dari Sampah Masih Terjadi di Kabupaten Bangka
Bangka Pos / Nurhayati
Rapat sosialisasi program bantuan Tempat Pembuangan Sampah Reuse Reduce Recycle (TPS3R), Sabtu (21/7/2018) di Ruang Rapat Bina Praja Kantor Bupati Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kepala Bappeda Kabupaten Bangka Pan Budi Marwoto mengakui sekitar 40 persen penyakit di dunia berasal dari sampah.

Bahkan menurutnya ada empat penyakit yang bersumber dari sampah yang menyerang di Kabupaten Bangka.

Empat penyakit tersebut yakni diare, tifus, malaria dan demam berdarah yang bersumber dari sampah masih menyerang masyarakat di Bangka.

"Sekitar 25 persen bayi dibawah satu tahun mati karena diare. Sekitar 45 persen balita meninggal karena diare. Sampah yang tidak terkelola, jamban yang tidak terkelola akan menimbulkan penyakit. Kita tidak mau daerah ini terkenal banyak bayi yang meninggal karena sampah yang tidak terkelola dengan baik," ingat Pan Budi saat rapat sosialisasi program bantuan Tempat Pembuangan Sampah Reuse Reduce Recycle (TPS3R), Sabtu (21/7/2018) di Ruang Rapat Bina Praja Kantor Bupati Bangka.

Oleh karena itu menurutnya perlu dibangunnya TPS3R yakni tempat pembuangan sampah berbasis 3R di masyarakat desa maupun kelurahan.

Staf Bappeda Kabupaten Bangka, Elfi mengatakan Pemkab Bangka pernah mendapatkan bantuan program pada tahun 2017 TPS3R di Kelurahan Srimenanti Kecamatan Sungailiat dari pemerintah pusat.

Namun sayangnya pada tahun 2018 di Kabupaten Bangka tidak dapat bantuan karena terkait ketidaksiapan terhadap lokasinya.

"Kami di bappeda bertugas merencanakan pembangunan, menyayangkan mengapa tidak mendapat TPS3R. Di Bangka Tengah dan Bangka Selatan dapat. Kita hanya dapat satu bantuan pemukiman sanimas di Desa Labu," jelas Elfi.

Oleh karena itu pihaknya meminta para kades dan lurah menyiapkan lahan untuk pengusulan pembangunan TPS3R tersebut.

Untuk lahan tersebut sudah clean and clear artinya tidak menjadi sengketa dimana sudah tidak ada permasalahan jika nanti dibangun TPS3R.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Meinalina mengharapkan agar masyarakat bisa mengelola sampah karena ini akan menjadi penilaian untuk mendapatkan penghargaan adipura.

Dimana ada komitmen dari pemerintah daerah untuk mengelola sampah karena tahun 2025 sampah harus dikurang hingga 30 persen.

"Sampah tetap bisa dimanfaatkan dibuat kompos dan diolah kembali. Setiap daerah dapat memanfaatkannya. Di Kabupaten Bangka ada dua TPA (Tempat PembuangannAkhir) yakni di Sungailiat dan Belinyu. Untuk itulah sampah tidak semuanya masuk ke TPA tapi bisa masuk di TPS3R yang diolah kembali," jelas Meinalina.

Di 2019 nanti dirinya berharap pemerinntah Kabupaten Bangka bisa mengajukan bantuan TPS3R, karena hal itu bisa membantu penilaian adipura.

" Dari Pemali kami minta menyiapkan lahannya. Kalau lahanya punya orang lain, ada surat hibahnya. karena ada program hingga 2025 ada pengurangan sampah 30 persen," ujarnya.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help