Empat Kades di Kabupaten Bangka Maju Jadi Caleg

Dari 62 kepala desa (kades) di Kabupaten Bangka sebanyak empat kades ikut bertarung memperebutkan kursi sebagai wakil rakyat di DPRD Kabupaten Bangka

Empat Kades di Kabupaten Bangka Maju Jadi Caleg
Bangka Pos/ Nurhayati
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Arman Agus 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Dari 62 kepala desa (kades) di Kabupaten Bangka sebanyak empat kades ikut bertarung memperebutkan kursi sebagai wakil rakyat di DPRD Kabupaten Bangka pada Pemilu Tahun 2019 nanti.

Empat kades yang sudah mendaftarkan diri sebagai calon legislatif yakni Kades Bakam, Kades Air Ruai, Kades Sempan dan Kades Kace.

Diakui Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Arman Agus, para kades yang mencalonkan diri sebagai caleg tersebut sudah mengundurkan diri dari jabatan kades.

"Kami mengeluarkan surat pengunduran diri dari kades yang mencalonkan sebagai calon legislatif 2019. Berdasarkan surat keputusan KPU pejabat dari mulai dari presiden sampai kepala desa dia harus mengusulkan penggunduran diri. Ini sudah dilakukan oleh para kades yang mencalonkan diri tersebut. Sampai saat ini saya sudah mengeluarkan surat keterangan terhadap proses pengunduran diri empat kades yakni Kades Bakam, Sempan, Airruai dan Kace," jelas Arman saat dikonfirmasi bangkapos.com, Senin (23/7/2018) di kantornya.

Menurutnya para kades tersebut secara resmi mengundurkan diri pada tanggal 19 September 2018 nanti. Dengan demikian pada tanggal 20 September 2018, ke empat kades tidak lagi menjabat sebagai kades walaupun masa jabatan kadesnya sampai 2020.

Untuk itu pihaknya akan memproses penggantian antar waktu dimana ditetapkan pejabat sementara atau pejabat pelaksana tugas dari para pegawai negeri sipil yang diusulkan BPD dan pihak kecamatan untuk di SK-kan oleh Bupati Bangka.

"Para pejabat sementara yang menggantikan jabatan Kades tersebut akan memimpin sampai dengan pilkades serentak tahun 2019 atau sampai habis jabatan mereka sebagai kades. Kalau masa jabatannya sampai 2020 maka pemerintahannya sampai habis masa jabatannya baru dilakukan pemilihan kades baru," jelas Arman.

Dia menegaskan, jika para kades tersebut tidak terpilih sebagai anggota legislatif tidak bisa menjabat kembali sebagai kades lagi.

Namun jika pada saat pemilihan kades kembali dia bisa mengusulkan diri menjadi calon kades, maka tidak masalah.

Arman mengatakan pengunduran diri para kades tersebut tidak membuat kinerja pemerintahan di desa terganggu.

"Kalau ada kades yang diganti PAW maupun PJ-nya pegawai negeri yang ada di kecamatan tersebut yang menjadi PJ dari kardes tersebut," kata Arman.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved