Harga Telur Melonjak Tinggi, Pedagang Telur Mengeluh

Di pinggiran jalan Pasar Pagi Kota Pangkalpinang seorang bapak paruh baya termenung melihat dagangan telur miliknya yang masih penuh.

Harga Telur Melonjak Tinggi, Pedagang Telur Mengeluh
Bangka Pos / Adinda Rizki Amanda
Pedagang telur di Pasar Pagi Pangkalpinang, Muhammad Abdul Ais 

Laporan Wartawan Bangka Pos Adinda Rizki Amanda

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Di pinggiran jalan Pasar Pagi Kota Pangkalpinang seorang bapak paruh baya termenung melihat dagangan telur miliknya yang masih penuh.

Meski tak nampak akan ada yang membeli namun ia hanya bisa pasrah sembari mengusap wajahnya yang penuh harap, Senin (23/7/2018).

Muhammad Abdul Ais (50) seorang pedagang telur dari Kampung Asem Pangkalpinang mengeluh harga telur yang naik tak kunjung stabil.

Ia yang berdagang telur sejak tahun 1988 mengungkapkan sejarah puncak harga telur selama 30 tahun ia berjualan.

"Saya sudah berjualan telur ini 30 tahun, sebelum ada yang jualan telur dipasar pagi saya sudah berjualan, selama berjualan ini adalah sejarah puncak harga telur yang paling mahal"jelasnya.

Harga telur yang biasanya hanya kisaran Rp.1200 atau Rp.1300 per butir kini melonjak naik hingga Rp.1700 hal inilah yang disesalkan oleh Abdul karena semakin menipisnya keuntungan dalam berdagang.

"Tidak hanya omset yang berkurang, pembeli pun kini semakin sepi, biasanya perorang itu kalo beli langsung 10 butir sekarang hanya 5 sampai 3 butir"imbuhnya.(*)

Penulis: Budi Sihol
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved