Tak Mau Ekspos Hasil Temuan, Dinas Pangan Bangka Pilih Lakukan Pembinaan

Dinas Pangan Kabupaten Bangka secara rutin melakukan pengawasan terhadap keamanan pangan. Namun pihaknya tidak mau mengekspos hasil pengawasan

Tak Mau Ekspos Hasil Temuan, Dinas Pangan Bangka Pilih Lakukan Pembinaan
Bangka Pos/Nurhayati
Plt Dinas Pangan Kabupaten Bangka Rusmansyah 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.BANGKA -- Dinas Pangan Kabupaten Bangka secara rutin melakukan pengawasan terhadap keamanan pangan.

Namun pihaknya tidak mau mengekspos hasil pengawasan pangan tersebut tetapi hanya mengenai kegiatan pengawasan saja agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Pasalnya, menurut Plt Dinas Pangan Kabupaten Bangka Rusmansyah pengujian yang dilakukan pihaknya sifatnya kualitatif yakni ada atau tidak ada. Contohnya untuk pengujian pangan yang mengandung formalin ada positif dan tidak ada negatif dimana tidak ada toleransi.

Sedangkan untuk pengujian pangan yang mengandung pestisida ada atau tidak ada secara kualitatif. Jika ada maka perlu diuji kuantitatif dulu diatas ambang batas atau di bawah ambang batas.

"Hasil pengujian ini harus kita laporkan ke penyidik PPNS pangan. Untuk di Kabupaten Bangka PPNS pangan tidak ada. Jadi di laporkan ke PPNS pangan di provinsi untuk diselidiki. Itu pilihan pertama. Kalau tidak mau pilihan kedua kita lakukan fungsi pembinaan. Kami memilih opsi kedua pembinaan," jelas Rusmansyah

Menurutnya jika ditemukan pangan yang mengandung pestisida pihaknya melakukan pembinaan. "Memang tidak kita umumkan secara terbuka karena kita melakukan fungsi pembinaan. Jika ditemukan ada pestisida kita tidak tahu jumlahnya itu di ambang batas atau di bawah ambang batas, jadi kami lebih senang melakukan pembinaan agar jangan sampai ada lagi, karena ada fungsi pembinaan administrasi," kata Rusmansyah.

Dikatakan seperti pangan yang ditemukan di Pasar Petaling saat pemeriksaan Sabtu (21/7/2018) lalu, yang diduga mengandung pestisida masih sebatas kualitatif sehingga pihaknya tidak mengekspos itu karena bisa saja kadarnya dibawah ambang batas.

Untuk itu pihaknya tidak mau membuat kebingungan di masyarakat karena untuk sayuran yang mengandung pestisida di bawah ambang batas bisa hilang kadar pestisidanya jika dicuci dengan air.

Bisa saja para petani saat menyemprot hama, sayurannya terkena pestisida ketika dijual tidak dicuci, tetapi jika dicuci dengan air bisa hilang kadar pestisidanya.

"Kalau kita ekspos hanya proses pengawasannya saja. Jadi kita memilih pembinaan. Untuk selanjutnya kita bina pedagang dan petani. Kita juga tidak tahu misalnya ditemukan tomat (diduga mengandung pestisida--red) apakah produksi Bangka apakah di luar Bangka. Kalau produksi luar Bangka juga kita juga tidak tahu apakah petani dari Bangka atau dari luar," ungkap Rusmansyah.

Oleh karena itu pihaknya berhati-hati mengekspos hasil pemeriksaan pangan yang diuji.

Dia menilai para pedagang di Kabupaten Bangka ini justru senang jika pihaknya rutin melakukan pemeriksaan.

"Jika ditemukan kami bilang jangan dijual lagi, biasanya mereka ngikut apa yang kita sarankan," kata Rusmansyah.

Ia menyatakan jika berkali-kali ditemukan pedagang yang sama menjual pangan yang berbahaya maka pihaknya akan melaporkan kepada PPNS pangan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun sejauh ini pihaknya masih melakukan fungsi pembinaan agar para pedagang tidak lagi menjual pangan yang mengandung zat berbahaya.

Penulis: nurhayati
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help