2 Terdakwa Kasus LPDB Dituntut 1 Tahun 6 Bulan dan Denda Rp 50 Juta

Sidang kasus UMKM dan LPDB dengan terdakwa Fauzan Hilmy bin Hendarmin dan Budi Sang Maharta kambali digelar hari ini

2 Terdakwa Kasus LPDB Dituntut 1 Tahun 6 Bulan dan Denda Rp 50 Juta
Bangka Pos/Adinda Rizki Amanda
Terdakwa Fauzan dan Budi saat akan meninggalkan ruang persidangan 

Laporan Wartawan Bangka Pos Adinda Rizki Amanda

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sidang kasus UMKM dan LPDB dengan terdakwa Fauzan Hilmy bin Hendarmin dan Budi Sang Maharta kambali digelar hari ini, Kamis (25/7/2018).

Terdakwa Budi Sang Maharta selaku kepala bagian bisnis dan Fauzan Hilmy Bin Hendarmin selaku staff bisnis ditangkap setelah diduga melakukan tindakan pidana korupsi dengan melakukan penyalahgunaan wewenang, kesempatan, atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan.

Keduanya kedapatan telah menerima dan mengusulkan permohonan pinjaman pembiayaan yang diajukan oleh SW.

Akibat perbuatan terdakwa, keuangan negara mengalami kerugian sekitar Rp 2 M.

Pada sidang kali ini kedua terdakwa baru saja menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan.

Kedua terdakwa yakni Fauzan Hilmy dan Budi Sang Maharta masing-masing dituntut kurungan penjara selama 1 tahun 6 bulan dengan denda Rp 50 juta dan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan kurungan penjara selama 3 bulan.

Meski didakwa dengan berkas yang berbeda keduanya mendapat tuntutan yang sama oleh jaksa penuntut umum.

"Dari tuntutan jaksa penuntut umum silahkan saudara konsultasi kepada penasehat hukum saudara tentang kapan menyampaikan nota pembelaan saudara," ungkap ketua hakim I Nyoman Wiguna kepada terdakwa Budi.

Hal yang sama pada sidang terdakwa Fauzan, ketua hakim juga memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk terlebih dahulu berkonsultasi dengan penasehat hukum atas tuntutan yang disampaikan oleh JPU.

Hasil konsultasi tersebut, tim penasihat hukum kedua terdakwa akan mengajukan nota pembelaan disidang selanjutnya, sementara itu untuk terdakwa Fauzan akan mengajukan 2 pembelaan yakni pembelaan yang akan disampaikan oleh PH dan pembelaan yang disampaikan secara langsung oleh terdakwa Fauzan.

"Yang mulia kami akan menyampaikan 2 pembelaan yakni pembelaan yang disampaikan oleh kami selaku tim penasehat hukum dan juga pembelaan yang disampaikan oleh terdakwa Fauzan secara pribadi," kata Tim Penasehat hukum saat sidang terdakwa Fauzan.

Sidang akan dilanjutkan hari Rabu pada tanggal 1 Agustus 2018 dengan agenda pembacaan pembelaan serta pembacaan putusan oleh majelis hakim pengadilan negeri Pangkalpinang.

Sidang dipimpin oleh ketua hakim I Nyoman Wiguna dan didampingi anggota hakim Haridi dan Yelmi di ruang Garuda PN Pangkalpinang.

Penulis: Adinda Rizki Amanda
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help