Bawa Sabu Setengah Kilogram, Pasangan Suami Istri Ini Diciduk BNN di Bandara Depati Amir

Sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga, pepatah bijak ini mungkin kiranya tepat ditujukan kepada pasangan suami istri

Bawa Sabu Setengah Kilogram, Pasangan Suami Istri Ini Diciduk BNN di Bandara Depati Amir
Bangka Pos/Ryan Agusta
Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan pelaku (M & LY) diantaranya barang bukti narkotika jenis sabu diperkirakan hampir mencapai setengah kilo gram. 

Laporan wartawan Bangka Pos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga, pepatah bijak ini mungkin kiranya tepat ditujukan kepada pasangan suami istri (pasutri), M (46) dan LY (34).

Niat mengharapkan untung besar dari 'bisnis haram' yakni narkoba malah akhirnya kedua pasutri itu kini mesti meringkuk di sel tahanan kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bangka Belitung.

Jumat (13/7/2017) lalu tepatnya di bandara Depati Amir, Kota Pangkalpinang merupakan hari apes bagi M & LY.

Kedua pelaku narkoba, M & LY saat berhasil diamankan pihak BNN Provinsi Bangka Belitung
Kedua pelaku narkoba, M & LY saat berhasil diamankan pihak BNN Provinsi Bangka Belitung (Bangka Pos/Ryan Agusta)

Pasutri tersebut tak menyangka sama sekali jika mereka akhirnya kedapatan membawa barang haram hampir setengah kilo gram (kg) itu oleh petugas BNN Provinsi Babel, petugas Aviation Security (AVSEC) bandara Depati Amir termasuk petugas dari Bea & Cukai.

Dalam konferensi pers yang digelar di gedung kantor BNN Provinsi Babel, Rabu (24/7/2018), Kepala BNN Provinsi Babel, Brigjen Pol Nanang Hadiyanto SH diwakili Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Babel, AKBP Nur Iswanto mengatakan jika pasutri itu (M & LY) berhasil diringkus pihaknya, Jumat (13/7/2018) malam sekitar pukul 21.00 wib di bandara setempat.

"Awal kejadian tersebut bermula pelapor mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada 2 penumpang pesawat di bandara Depati Amir diduga membawa narkotika dengan penerbangan dari Jakarta ke Pangkalpinang," kata Nur di sela-sela menggelar konferensi pers didampingi kepala Bea Cukai Pangkalpinang, Nasrul dan perwakilan AVSEC bandara Depati Amir Pangkalpinang.

Selanjutnya, sore itu sekitar pukul 16.00 WIB, pelapor dan rekan pelapor pun melakukan penyelidikan tentang kebenaran informasi tersebut.

Kabid Pemberantasan BNN Provinsi Bangka Belitung, AKBP Nur Iswanto (tengah) didampingi kepala Bea & Cukai Pangkalpinang serta perwakilan AVSEC Bandara Depati Amir saat menggelar konferensi pers.
Kabid Pemberantasan BNN Provinsi Bangka Belitung, AKBP Nur Iswanto (tengah) didampingi kepala Bea & Cukai Pangkalpinang serta perwakilan AVSEC Bandara Depati Amir saat menggelar konferensi pers. (Bangka Pos/Ryan Agusta)

Dijelaskanya lagi, petugas BNN Provinsi Babel pun saat itu pula langsung berkoordinasi dengan petugas AVSEC dan petugas Bea & Cukai setempat.

"Lalu sekitar pukul 21.00 wib pelapor bersama rekan pelapor dan petugas AVSEC serta petugas Bea & Cukai saat itu melihat gelagat seorang laki-laki dan perempuan dengan gerak-gerik mencurigakan dan memiliki ciri-ciri yang sama seperti informasi yang didapatkan," terangnya.

Selanjutnya, tim petugas pun langsung bergerak dan menghampiri laki-laki dan perempuan itu (M & LY) sambil menunjukan surat perintah tugas.

"Saat itu pula keduanya (M & LY - red) langsung diamankan dan sebelumnya sempat dilakukan penggeledahan badan maupun pakaian M & LY," katanya.

Dari hasil penangkapan tersebut ditegaskan Nur antara lain sejumlah barang bukti (BB) yang berhasil diamankan petugas dari M warga Cijambe, Desa Sukadamai, Cikarang Selatan, Bekasi yakni 5 bungkus strip bening yang berisi narkotika jenis sabu dengan total sabu diperkirakanya hampir mencapai setengah kilo gram (gram).

"Selain itu barang bukti lainnya yakni 1 unit handphone merek Nokia warna biru, 30 lembar uang pecahan Rp 100 ribu serta tas merek Polonext warna abu-abu," terangnya.

Begitu pula barang bukti lainnya yang berhasil diamankan petugas dari LY warga Jl Pajagalan Kecamatan Pakualaman, Yogyakarta antara lain 44 lembar uang pecahan Rp 100 ribu, dompet warna biru serta tas merek Fladeo warna abu-abu. 

Penulis: ryan augusta
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved