Nelayan Belinyu Enggan Dikaitkan Tolak KIP

Nelayan ini meminta agar izin KIP di Belinyu tak dihentikan begitu saja oleh Gubernur Bangka Belitung.

Nelayan Belinyu Enggan Dikaitkan Tolak KIP
Bangka Pos
Nelayan asal kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka mendatangi Gubernur Bangka Belitung dan DPRD Bangka Belitung untuk menyampaikan aspirasi terkait keberadaan kapal isap di perairan Teluk Kelabat Dalam, Belinyu, Selasa (4/7/2018). 

BANGKAPOS.COM - Ratusan nelayan asal kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka mendatangi Gubernur Bangka Belitung dan DPRD Bangka Belitung untuk menyampaikan aspirasi terkait keberadaan kapal isap di perairan Teluk Kelabat Dalam, Belinyu, Selasa (4/7/2018).

Nelayan ini meminta agar izin KIP di Belinyu tak dihentikan begitu saja oleh Gubernur Bangka Belitung. Pasalnya keberadaan KIP tersebut telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.

Mereka juga ingin meluruskan bahwa nelayan Belinyu tak ingin dikait-kaitkan telah menolak keberadaan KIP.

Selama ini nama mereka selalu dibawa-bawa menolak KIP.

Di Pemprov Bangka Belitung, perwakilan nelayan diterima langsung oleh Kepala Kesbangpol Babel, Tarmin AB. Sementara di DPRD Babel diterima langsung oleh Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya.

“Tolong pak sampaikan ke gubernur jangan cabut izin kapal isap di Belinyu. Kami juga tidak terima kalau selalu dikaitkan menolak kapal isap. Keberadaan kapal isap sudah membantu perekonomian masyarakat nelayan,” ujar Darwin, perwakilan nelayan dalam pertemuan tersebut.

Darwin juga menjelaskan bahwa keberadaan KIP di Belinyu tak mengganggu wilayah tangkap ikan nelayan. Pasalnya operasional KIP di Belinyu berbeda dengan wilayah tangkap nelayan.

Bahkan eks tambang laut tersebut dijadikan nelayan setempat sebagai wilayah tangkap ikan nelayan. Dan hasilnya pun cukup banyak, khususnya pada musim-musim tertentu.

“Justru bekas tambang itu jadi wilayah tangkap nelayan ikan. Ikannya malah banyak di lobang-lobang bekas tambang. Keberadaan KIP juga tidak banyak berpengaruh pada hasil tangkap nelayan karena daerah tangkap ikan nelayan juga berbeda dengan lokasi yang ditambang itu,” kata Darwin.

Dia menambahkan dari sisi lain, masyarakat nelayan juga terbantu baik dari perekonomian maupun sosial kemasyarakatan. Keberadaan KIP di daerah mereka membuat aktivitas perdagangan, perekonomian masyarakat lainnya lebih diuntungkan.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved