Bikin Resah, Gabungan Nelayan Adukan TI Apung Batubelubang ke DPRD Babel

Dulu sebelum ada TI Apung dipinggir pantai saja bisa mencari udang, sekarang sudah tidak bisa lagi. Belum lagi adanya pendangkalan akibat

Bikin Resah, Gabungan Nelayan Adukan TI Apung Batubelubang ke DPRD Babel
Bangka Pos / Hendra
Nelayan dari Air Itam, Sampur dan Batubelubang saat melakukan audiensi ke DPRD Bangka Belitung, Kamis (26/7/2018). 

Laporan Wartawan Bangkapos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Puluhan nelayan dari Air Itam, Sampur dan Batu Belubang yang tergabung dalam Forum Masyarakat Nelayan Pesisir, ngadu ke DPRD Bangka Belitung terkait aktivitas TI Apung ilegal di sekitar perairan Sampur dan Batubelubang yang mengganggu aktivitas nelayan, Kamis (26/7/2018).

Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya dan Wakil Ketua DPRD Babel, Tony Purnama serta instansi terkait di pemprov Babel.

Ketua Forum Nelayan Bagan dan Nelayan Pesisir, Iwandra mengatakan aktivitas TI Apung Ilegal ini telah mengakibatkan pendangkalan disekitar pantai.

Kemudian terjadi juga permasalahan sosial lainnya di masyarakat.

“Dulu sebelum ada TI Apung dipinggir pantai saja bisa mencari udang, sekarang sudah tidak bisa lagi. Belum lagi adanya pendangkalan akibat TI Apung itu membuat kapal nelayan sulit melintas. Mereka juga membuat dan memperbaiki TI Apung dipinggir pantai tempat tambat perahu nelayan,” ungkap Iwandra.

Sekitar perairan pantai sampur dan Batubelubang hancur. Belum lagi tunggul kayu bekas TI Apung penambang dibiarkan begitu saja.

Iwan juga mengungkapkan, pelaku tambang kebanyakan berasal dari luar daerah setempat. Penambang paling banyak berasal dari luar.(*)

Penulis: Hendra
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved