Pria Ini Lukis Putri Diana dengan Darah Pasien HIV, Ternyata Karyanya Buka 'Mata' Banyak Orang

Dunia kaget ketika Diana berjabat tangan dengan pasien HIV. Sekarang, stigma penyakit itu masih kental.

Pria Ini Lukis Putri Diana dengan Darah Pasien HIV, Ternyata Karyanya Buka 'Mata' Banyak Orang
Twitter/conartworks
Putri Diana dicat dengan darah HIV. 

BANGKAPOS.COM - Pada April 1987, mendiang Putri Diana berjabat tangan dengan seorang pria yang positif HIV, sekaligus memberi pesan dunia mengenai stigma yang sering dikaitkan dengan pengidap virus tersebut.

Berawal dari hal itu, seorang pelukis bernama Conor Collins, menghasilkan potret putri yang banyak dicintai orang banyak itu menggunakan darah HIV dan debu berlian.

Hasil karya itu, kini menjadi viral dan telah mendapatkan banyak perhatian banyak orang setelah diunggah ke situs laman sosial, belum lama ini.

Collin sebagaimana dilansir dari india today melalui laman siakapkeli, memilih untuk menghasilkan potret itu guna membuang rasa stereotip masyarakat terhadap HIV.

"Dunia kaget ketika Diana berjabat tangan dengan pasien HIV. Sekarang, stigma penyakit itu masih kental.

Baca: Tak Cukup Memeluk, Iqbaal Ramadhan Kecup Wanita Ini, Fotonya Kumpulkan Sejuta Like di Instagram

Baca: 2 Bulan Jadi Istri Pangeran Harry, Meghan Malah Dapat Peringatan Keras soal Putri Diana

Baca: Opick Wajib Nafkahi Anak-anaknya Rp 30 Juta Per Bulan Usai Resmi Bercerai dengan Sang Istri

Menurutnya, stigma itu terjadi karena banyak yang tidak memiliki pengetahuan dan fakta sebenarnya.

"Anda tidak akan terinfeksi HIV hanya dengan bersalaman. Pencegahan sangat efektif," tulis Collins di halaman Twitter-nya.

Dia juga mengirim serangkaian Tweet tentang stigma HIV dan berharap karyanya akan membuka mata publik.

Sejauh ini, posting telah menerima 735 suka dan retweeted 338 pengguna Twitter.

Baca: Video Parodi Fatin Shidqia Diusir Iis Dahlia cs saat Ikut Audisi Dangdut Beredar, Memanaskah?

Simak videonya di bawah ini:

(*)

Penulis: asmadi
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help