Leisure Bangka Belitung

20 Ribu Otak-otak Dipanggang di Festival Panggang Otak-otak Ikan di Toboali

Terik panas sengatan matahari tak menyurutkan semangat masyarakat hadir dalam festival panggang 20.000 otak-otak ikan

20 Ribu Otak-otak Dipanggang di Festival Panggang Otak-otak Ikan di Toboali
Istimewa
Festival panggang 20.000 otak-otak ikan di pantai Kelisut, Toboali Kabupaten Bangka Selatan 

Laporan Wartawan Bangka Pos Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Terik panas sengatan matahari tak menyurutkan semangat masyarakat hadir dalam festival panggang 20.000 otak-otak ikan di pantai Kelisut, Toboali Kabupaten Bangka Selatan, Sabtu (28/7/2018) siang.

Rasa hangat kian terasa, saat mendekati tenda yang menjadi tempat pemanggang 20.000 otak-otak ikan tersebut. Namun kondisi tersebut tak membuat langkah kaki ribuan warga ini menjauh dari tenda yang menjadi pusat dan titik 20.000 otak-otak ikan tersebut di bakar.

Meski baru kali pertama di gelar, namun satu dari rangkaian event Toboali City On Fire (TCOF) season III tersebut cukup dimininati masyarakat. Terbukti, mereka rela berpanas dan berdesak-desakan demi mencicipi otak otak yang disediakan panitia penyelenggara.

Festival panggang 20.000 dihadiri Bupati Bangka Selatan H Justiar Noer, Wakil Bupati Riza Herdavid, Ketua DPRD H Sipioni, Kapolres AKBP Aris Sulistyono, ketua Penggerak PKK Ekawati Justiar, Kepala OPD, Kepala Badan, Kasat Intelkam AKP Supriyanto, Kasat Lantas AKP Adi Wirana.

Euforia festival panggang 20.000 otak-otak ikan pecah, saat langkah kaki Justiar Noer beserta rombongan menuju tenda tempat pemanggangan otak-otak. Tiba di tenda, Justiar beserta rombangan mengipas satu persatu otak-otak yang telah disiapkan panitia.

Justiar mengatakan festival panggal 20.000 otak-otak merupakan salah satu wujud kepedulian pemerintah daerah Bangka Selatan dalam meningkatkan kecerdasaan generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa.

" Negara yang maju dimulai dari generasi-generasi yang unggul. Oramg jepang di kenal dengan kecerdasannya dalam hal teknologi, juga dikenal dengan kebiasaan mereka mengkonsumsi ikan, contohnya makanan khas jepang Sushi yang berbahan utama daging ikan," ujar Justiar, Sabtu (28/7/2018) siang.

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved