Pilpres 2019

Rela Tak Jadi Capres, Prabowo Siap Dukung Bila Ada Kader yang Lebih Baik di Pilpres 2019

Prabowo Subianto menyatakan siap untuk tidak dicalonkan menjadi capres dari partainya apabila ada kader yang lebih baik darinya.

Rela Tak Jadi Capres, Prabowo Siap Dukung Bila Ada Kader yang Lebih Baik di Pilpres 2019
(Tribunnews/Jeprima)
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat menemui Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di kediamannya dikawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7/2018). Pertemuan dilakukan untuk membahas tentang koalisi partai pendukung Capres dan tertutup untuk media. Tribunnews/Jeprima 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan siap untuk tidak dicalonkan menjadi capres dari partainya apabila ada kader yang lebih baik darinya.

Dalam pidato di depan peserta Ijtima ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Prabowo yang digelar di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Jumat, (27/7/2018), Prabowo menyampaikan bahwa dirinya siap menjadi alat perubahan bagi umat dan rakyat indonesia.

Baca: Satu dari 10 Nama Sudah Disepakati Jadi Cawapres Jokowi, Akan Diumumkan 9-10 Agustus

Bila ada nama lain yang diusung untuk maju sebagai Capres, dan nama tersebut dinilai lebih baik, maka ia siap untuk mendukung.

"Saya siap jadi alat untuk perubahan, saya siap untuk jadi alat umat dan alat rakyat Indonesia. Tapi (bila) saya tidak dibutuhkan dan ada orang yang lebih baik, saya siap mendukung (untuk) kepentingan rakyat dan umat Indonesia. Itu komitmen saya, bahwa dengan kekuatan saya dan Gerindra, kita akan berjuang untuk kepentingan bangsa, rakyat dan umat dan kedaulatan. Kita ingin Indonesia berdiri di atas kaki sendiri. Dan kita tidak mau jadi anteknya orang asing," kata Prabowo.

Capres Tetap Prabowo

Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al Jufri mengatakan bahwa peta calon wakil presiden pada poros di luar pemerintah masing sangat cair.

Masih banyak nama-nama untuk dibahas menjadi Calon Wakil Presiden yang akan diusung.

"Masih dalam pembicaraan lah, masih terus, ya masih menguatkan koalisi," katanya di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Jumat, (27/7/2018).

Baca: 3 Kesepakatan Prabowo dan SBY yang Akan Jadi Penentu Koalisi

Menurutnya saat ini, Gerindra dan PKS telah sepakat untuk mengusung Prabowo. Hanya saja terkait Cawapres masih perlu pembahasan lanjutan karena ada penjajakan komunikasi dari dua partai lainnya yakni PAN dan Demokrat.

"Gerindra PKS masih tetap (Prabowo), cuma kan ada keinginan Demokrat bergabung, PAN juga bergabung, terus nanti bagaimana endingnya, wakilnya siapa, itu kita bicarakan," katanya.

PKS sendiri menurut Salim masih tetap mendorong 9 nama kader internalnya untuk diusung menjadi cawapres.

Baca: Sikap Lina Saat Bertemu Sule di Sidang Cerai, Pakar Ekspresi Ungkap Ada Kemarahan yang Menumpuk

Ke sembilan nama itu nantinya akan dibahas dengan partai lain seperti Demokrat dan PAN yang juga mengusulkan nama.

"Kalau majelis syuro masih belum berubah di 9 nama itu. Tinggal siapa Cawapresnya tinggal dipilih dari 9 nama. Yang chemistry yang kira-kira yang mampu mendongkrak suara," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Taufik Ismail)

Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help