Ingat Bulan Agustus Imunisasi MR Mulai Dilakukan Untuk Anak Usia 9 hingga 15 Tahun

Pemberian imunisasi MR ini akan mulai dilakukan di tingkat sekolah mulai dari Paud, TK, SD dan SMP yang

Ingat Bulan Agustus Imunisasi MR Mulai Dilakukan Untuk Anak Usia 9 hingga 15 Tahun
Bangka Pos/Krisyanidayati
Kepala Dinas Kesehatan Babel, Mulyono Susanto. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai bulan Agustus akan memberikan imunisasi Measles Rubella (MR) yang diperuntukkan bagi anak-anak usia 9 bulan sampai 15 tahun di Babel.

Pemberian imunisasi MR ini akan mulai dilakukan di tingkat sekolah mulai dari Paud, TK, SD dan SMP yang bertujuan untuk meningkatkan imunitas terhadap serangan campak dan rubella.

"Kita akan mulai di Agustus-September akan melaksanakan imunisasi Measles Rubella, imunisasi ini gabungan antara campak dan rubella campak, ini pertama kali dilakukan," katanya Mulyono akhir pekan lalu.

Mulyono menargetkan 370 ribu anak yang terbesar di tujuh kabupaten/kota mendapatkan imunisasi ini. Imunisasi bersifat wajib dan dilakukan secara nasional.

"Bulan agustus kita akan mulai imunisasi di sekolah-sekolah mulai PAUD, SD, dan SMP. Untuk anak diluar usia sekolah, akan dilaksanakan pada bulan September bisa dilakukan di posyandu dan fasilitas kesehatan," ujarnya.

Sedangkan untuk anak-anak yang berdomisili di Pulau kecil, imunisasi akan dilakukan pihak puskesmas dengan jemput bola dan mendatangi pulau-pulau terpencil.

"Setiap Puskesmas sudah menjadwalkan, kapan harus ke pulau terpencil, tanggal dan target sudah ada, akan dikunjungi petugas oleh petugas," katanya.

Imunisasi MR ini bertujuan untuk mencapai kekebalan komunitas. Sehingga diharapkan masyarakat dan orangtua yang memiliki anak usia 9 bulan-15 tahun tidak enggan untuk melakukan imunisasi ini.

Ia meminta orang tua tidak khawatir, pasalnya tidak akan memberikan efek dari imunisasi ini. Sebelumnya, imunisasi ini telah dilakukan di Pulau Jawa pada 2017 dan berhasil menurunkan kasus campak. Sehingga ini juga turut dilakukan di luar Pulau Jawa dan digalakkan secara nasional pada tahun ini.

"Di Jawa sudah pada 2017, ternyata setelah satu tahun dilakukan, dan evaluasi penurunan kasus campak sangat signifikan di Jawa, karena itu di luar Jawa juga dilaksanakan," jelasnya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help