Peringati Hari Kependudukan Dunia di Bangka, DP2KBP3A Gelar Aksi Simpati

Baru kali ini kita melaksanakannya dimana Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)

Peringati Hari Kependudukan Dunia di Bangka, DP2KBP3A Gelar Aksi Simpati
ist/humas dan protokol setda bangka
Para pegawai DP2KBP3A bersama Forum Genre Kabupaten Bangka dalam memperingati Hari Kependudukan Dunia, Sabtu (28/7/2018) di Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Aksi simpati dilakukan para pegawai Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana , Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangka dalam memperingati Hari Kependudukan Dunia, Sabtu (28/7/2018) di Sungailiat.

Aksi simpati itu dipimpin Plt Kepala DP2KBP3A Kabupaten Bangka Boy Yandra yang juga melibatkan Forum Komunikasi Genre Sepintu Sedulang dengan memberikan bunga kepada para pengendara kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat.

Kegiatan ini untuk meningkatkan perhatian masyarakat betapa pentingnya masalah-masalah kependudukan dalam kerangka pembangunan nasional dan perlunya mencari solusi untuk pemecahan masalah-masalah tersebut.

"Baru kali ini kita melaksanakannya dimana Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pun mengusung tema Family Planning Is Human Rightdengan terjemahan Keluarga Berencana sebagai Hak Asasi Manusia," kata Boy Yandra, melalui rilis yang dikirimkan Humas dan Protokol Setda Bangka, Minggu (29/7/2018) kepada bangkapos.com.

Boy menjelaskan, tema tersebut dilatarbelakangi oleh kesepakatan di Teheran 50 tahun yang lalu yang sampai saat ini masih dianggap relevan untuk program keluarga berencana yang dimulai sejak awal tahun 1970.

Tema inu telah menjadi bagian dari rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang Indonesia dan juga telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Sustainable Development Goal – Program Pembangunan Berkelanjutan.

Program KB juga telah berhasil meningkatkan angka prevalensi kontrasepsi dari sekitar 10 persen pada tahun 1970 menjadi sekitar 62 persen pada tahun 2017.

Tingkat fertilitas total–total fertility rates (TFR) juga telah turun dari 5.6 menjadi 2.4 pada periode yang sama.

Menurut Boy Yandra,  orang tua memang mempunyai hak dasar untuk menentukan dengan bebas dan bertanggungjawab tentang jumlah anak dan jarak antara anak yang satu dengan yang lain. 

Kegiatan ini melibatkan forum komunikasi Genre Sepintu Sedulang dengan ketua Arinda beserta anggota membantu membagikan bunga kepada pengendara mobil dan motor dipersimpangan pelabuhan, taman hutan lindung dan taman kota sebagai wujud kasih sayang.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved