Leisure Bangka Belitung

Sunatan Massal di Desa Ranggi Asam, Tradisi Sejak Tahun 1700

Desa Ranggi Asam, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat menggelar tradisi sunnatan massal, Minggu (29/7/2018).

Sunatan Massal di Desa Ranggi Asam, Tradisi Sejak Tahun 1700
Ist
Prosesi tradisi sunnatan massal di Dusun Ranggi, Desa Ranggi Asam, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Desa Ranggi Asam, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat menggelar tradisi sunnatan massal, Minggu (29/7/2018).

Prosesi acara digelar selama 2 hari, mulai Sabtu (28/7/2018) sampai Minggu (29/7/2018). Peserta sunnatan massal laki-laki diikuti sebanyak 17 orang dan 9 orang anak perempuan.

Kepala Desa Ranggi, Nur’in mengatakan tradisi sunatan massal merupakan tradisi turun temurun yang ada di Desa Ranggi Asam. Tradisi ini terus terjaga dari tahun 1700-an hingga saat ini.

“Kita ingin tradisi ini terus dikenang dan menjadi aset budaya kita. Jangan sampai tradisi ini hilang. Karenanya saya mengajak seluruh masyarakat di Dusun Ranggi, Desa Ranggi Asam untuk terus melestarikan tradisi sunnatan massal ini,” kata Nur’in.

Acara yang digelar selama 2 hari ini cukup meriah. Hampir seluruh masyarakat terlibat dan berpartisipasi memeriahkan sunatan massal kebudayaan masyarakat setempat.

Sebelum prosesi sunatan, para peserta didoakan oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Doa ini diharapkan agar para peserta dan penduduk setempat diberikan keselamatan dan kesejahteraan.

Usai didoakan, diiringi oleh masyarakat, para peserta kemudian diarak menuju ke tempat pemandian desa yang dinamakan Air Lobang untuk dimandikan. Menurut kebudayaan masyarakat setempat, proses ini dilakukan untuk mensucikan diri peserta sebelum disunnat atau dikhitan.

Nur’in memberikan apresiasi atas tergelarnya tradisi sunnatan massal tersebut. Antusias masyarakat dalam menjaga tradisi cukup tinggi.

“Kita juga berharap tradisi ini berjalan terus dan menjadi aset budaya kita. Kedepannya tradisi ini dapat menarik wisatawan agar desa dan budaya kita semakin dikenal oleh masyarakat luas,” kata Nur’in.(*)

Penulis: Hendra
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved