Bappeda Gelar Bimtek Pembuatan KLHS RPJMD Kota Pangkalpinang

Badan Perencana Pembangunan Daerah dan Penelitian Pembangunan (Bappeda dan Litbang) Kota Pangkalpinang menggelar Bimbingan Teknis

Bappeda Gelar Bimtek Pembuatan KLHS RPJMD Kota Pangkalpinang
Bangka Pos/Edwardi
Badan Perencana Pembangunan Daerah dan Penelitian Pembangunan (Bappeda dan Litbang) Kota Pangkalpinang menggelar Workshop Pembekalan Teknis Pembuatan KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis) RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kota Pangkalpinang Tahun 2018-2023 di Ruang Rapat Bappeda dan Litbang Kota Pangkalpinang, Senin (30/07/2018) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Badan Perencana Pembangunan Daerah dan Penelitian Pembangunan (Bappeda dan Litbang) Kota Pangkalpinang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembekalan Teknis Pembuatan KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis) RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kota Pangkalpinang Tahun 2018-2023 di Ruang Rapat Bappeda dan Litbang Kota Pangkalpinang, Senin (30/07/2018).

Kepala Bappeda dan Litbang Kota Pangkalpinang, Dr Agus Suryadi mengatakan bimtek ini dalam rangka pembuatan dan pelaksanaan KLHS RPJMD Kota Pangkalpinang Tahun 2018-2023.

"KLHS ini merupakan sebuah dokumen analisis Kajian Lingkungan Hidup Strategis. Bimtek ini kita laksanakan untuk anggota-anggota pokja untuk menginformasikan tahapan dan tata cara dari Pangda Kemendagri," kata Agus.

Ditambahkannya, karena
berdasarkan UU No 32 Tahun 2009 tentang pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup, pasal 15 ayat 2 dinyatakan bahwa setiap pemerintahan baik pusat maupun daerah wajib melaksanakan KLHS dalam dokumen perencanaan RTRW dan rencana detail, RPJPD dan RPJMD.

"Jadi ini menjadi salah satu dokumen analisis terkait aspek-aspek lingkungan, ekonomi, sosial budaya, tata kelola pemerintahan. Jadi ini mengadopsi aspek-aspek penilaian dari Perpres No. 59 yaitu Perpres tentang tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs (Sustainable Development Goals).

"Jadi hasilnya nanti berupa dokumen yang kajiannya sudah komprehensif, misalnya bagaimana daya dukung lingkungan terhadap pertumbuhan penduduk, ketersediaan air, sosial ekonomi dan lainnya," jelasnya.

Ditambahkannya, pertumbuhan penduduk Kota Pangkalpinang itu mencapai 2;1 sampai 2,3 persen per tahunnya jadi lebih tinggi dari pertumbuhan penduduk nasional dan daerah kabupaten lain di Provinsi Bangka Belitung.

"Jadi KLHS itu menghitung bila jumlah pertumbuhan penduduk itu segini, maka berapa kebutuhan air yang harus disiapkan Kota Pangkalpinang, hal ini harus dibuat dalam RPJMD 2018-2023," jelasnya.

Penulis: edwardi
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help