Breaking News

Hadirkan 5 Saksi di PN Pangkalpinang, Begini Kronologis Pembunuhan Anggota Korem

Terdakwa atas nama Meksi Irawan alias Yanto bin Ujang Setaris (23) ditangkap setelah kedapatan melakukan tindakan kriminal

Hadirkan 5 Saksi di PN Pangkalpinang, Begini Kronologis Pembunuhan Anggota Korem
Bangka Pos/Adinda Rizki Amanda
Terdakwa saat hadir di persidangan PN Pangkalpinang 

Laporan Wartawan Bangka Pos Adinda Rizki Amanda

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Terdakwa atas nama Meksi Irawan alias Yanto bin Ujang Setaris (23) ditangkap setelah kedapatan melakukan tindakan kriminal yakni pembunuhan terhadap seorang anggota Korem 045 Gaya, Sertu Hermanto hingga tewas ditempat, Senin (30/7/2018).

Sidang yang dimulai pada pukul 11.00 WIB sempat diskors dan kembali dilanjutkan pada pukul 13.15 WIB.

Sidang perdana ini memanggil 5 orang saksi diantaranya, Anwar Anggota Polri, Vincentius, Emanuel, Atal dan Suyanto.

Sebelumnya Anwar yang merupakan anggota Polri diperiksa terlebih dahulu dan kemudian 4 saksi lainnya diperiksa secara bersamaan.

Tindakan kriminal tersebut tejadi pada tanggal 7 April 2018 pada pukul 20.10 WIB saat terdakwa sedang nongkrong bersama temannya di daerah dusun merengkan desa benteng kecamatan Pangkalan baru kabupaten Bangka Tengah hendak mengendarai sepeda motor untuk membeli nasi goreng di desa Benteng.

Namun baru 10 menit berjalan terdakwa hampir menyenggol sepeda motor milik korban Hermanto. Terdakwa sempat meminta maaf dan memberhentikan sepeda motornya.

Setelah itu terjadilah pertikaian adu mulut antar keduanya, korban sempat memukul pelipis terdakwa dengan menggunakan senjata api rakitan yang mengakibatkan terdakwa terluka.

Merasa tak terima terdakwa langsung mengeluarkan pisau sepanjang 20 cm di pinggangnya yang sebelumnya terdakwa bawa dan menusuk tubuh korban hingga jatuh. Dalam keadaan telungkup korban sempat memohon kepada terdakwa untuk berhenti menyerang namun tak terdakwa hiraukan dan kembali menusuk leher terdakwa hingga tewas ditempat.

Usai melakukan aksinya terdakwa kabur ke kontrakan kenalannya dan kemudian melarikan diri ke dusun Serdang lll desa Jelutung ll kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan.

Pada sidang perdana ini saksi Vincentius dan Emanuel mengungkapkan melihat kejadian tersebut, namun terlalu takut untuk melerai hingga pergi meninggalkan tempat kejadian.

"Saya melihat korban diserang, tapi karena ketakutan saya langsung pergi meninggalkan tempat kejadian"ungkap Vincentius dihadapan majelis hakim.

Mendengar hal itu, ketua hakim Iwan Gunawan nampak kesal kepada saksi Vincentius dan Emanuel karena tidak melerai dan berusaha membantu korban saat itu.

"Kenapa harus takut? Kalo saja kamu berteriak minta tolong atau memanggil tetangga sekitar kejadiannya tidak akan seperti ini kalian itu berdua terdakwa cuman sendiri. Coba kamu posisikan dirimu menjadi korban, apa kamu masih takut"ungkap ketua hakim Iwan Gunawan dihadapan para saksi.

Sidang dipimpin oleh ketua hakim Iwan Gunawan dan didampingi anggota hakim Hotma Sipahutar dan Wahyundinsyah di ruang Garuda PN Pangkalpinang.

Penulis: Adinda Rizki Amanda
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help