Home »

Lokal

» Bangka

Pemkab Bangka Anggarkan Rp 1,4 M Lebih Untuk Biaya 10 Penerima Beasiswa Kedokteran

Kabupaten Bangka menganggarkan total dana sekitar Rp 1,493 milyar untuk biaya kuliah 10 pelajar penerimaan beasiswa Fakultas Kedokteran

Pemkab Bangka Anggarkan Rp 1,4 M Lebih Untuk Biaya 10 Penerima Beasiswa Kedokteran
Nurhayati
Para orang tua dan calon mahasiswa Fakultas Kedoktetan Universitas Jambi berfoto bersama Bupati Bangka H Tarmizi Saat, Senin (30/7/2018) di Ruang Kerja Bupati Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Demi pendidikan Pemerintah Kabuaten Bangka menganggarkan total dana sekitar Rp 1,493 milyar untuk biaya kuliah 10 pelajar yang lulus seleksi penerimaan beasiswa Fakultas Kedokteran di Universitas Jambi (Unja) selama satu tahun.

Pasalnya biaya pendidikan masing-masing calon mahasiswa kedokteran tersebut sebesar Rp 149.300.000 yang terdiri dari sumbangan pengembangan institusi senilai Rp 100 juta, uang kuliah tunggal selama satu semester sebesar Rp 25 juta, biaya pratikum selama satu tahun Rp 5 juta, biaya pemondokan selama satu tahun sebesar Rp 7,8 juta, biaya hidup selama 12 bulan sebesar Rp 9 juta dan biaya buku satu orang sebesar Rp 2,5 juta.

Bupati Bangka H Tarmizi Saat menegaskan seleksi penerimaan beasiswa fakultas kedokteran tersebut berlangsung fair dimana penguji langsung dari pihak Universitas Jambi.

"Soal titip menitip penuh saya bilang tidak. Tergantung hasil tes. Grade kita jaga, kredibilitas kalau kita pakai titipan kualitas rendah citra Universitas Jambi akan jatuh, mereka juga tidak mau lagi kerjasama dengan kita (Pemkab Bangka--red)," tegas Tarmizi saat pertemuan dengan para orang tua calon mahasiswa yang akan kuliah di Fakultas Kedokteran Unja.

Tarmizi berpesan kepada 10 calon mahasiswa tersebut agar menjaga nama baik pribadi dan nama baik daerah.Dia minta agar para calon mahasiswa tersebut menunjukan moral yang baik. Selain itu juga dia berpesan agar para mahasiswa belajar dengan baik.

"Ridho orang tua jadi ridho anak. Jangan terbiasa SKS Sistem Kebut Semalam. Saya waktu kuliah sudah siap jauh-jauh hari sudah belajar. Apalagi sekarang sudah ada laptop, sudah ada komputer," kata Tarmizi.

Dia menyatakan Pemkab Bangka tidak bisa menjamin jika para calon mahasiswa kedokteran tersebut mau jadi pegawai negeri sipil (PNS).

Namun dia mengharapkan setelah lulus pendidikan sebagai dokter para penerima beasiswa kedokteran ini untuk kembali ke Kabupaten Bangka guna menerapkan ilmu yang diterima untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Kalau jadi PNS kami tidak memberi jaminan tergantung kalianlah. Kami sudah sekolahkan tentu berkompetisi dengan baik. Kuliah dengan baik, jaga kesehatan," pesan Tarmizi.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help