Atasi Kekumuhan, Pemkot Pangkalpinang Anggarkan Rp 500 Juta Untuk Kelurahan

Program KOTAKU ini dilaksanakan dalam mengatasi masalah kekumuhan yang ada di kelurahan. Daerah yang kumuh kita perbaiki

Atasi Kekumuhan, Pemkot Pangkalpinang Anggarkan Rp 500 Juta Untuk Kelurahan
Bangkapos/Edwardi
Koordinator KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) Kota Pangkalpinang menggelar pelatihan bagi Badan Keswadayaan Masyarakat/Lembaga Keswadayaan Masyarakat (BKM/LKM), camat dan lurah dalam rangka pelaksanaan kegiatan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Tahun 2018 di Ruang Pertemuan (OR) Kantor Walikota Pangkalpinang, Selasa (31/07/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Koordinator KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) Kota Pangkalpinang menggelar pelatihan bagi Badan Keswadayaan Masyarakat/Lembaga Keswadayaan Masyarakat (BKM/LKM), camat dan lurah dalam rangka pelaksanaan kegiatan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Tahun 2018 di Ruang Pertemuan (OR) Kantor Walikota Pangkalpinang, Selasa (31/07/2018).

Wakil Ketua Koordinator Forum Komunikasi KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) Kota Pangkalpinang, Siti Kusmiati mengatakan pelatihan ini dikuti 133 peserta, terdiri dari perwakilan BKM/LKM masing-masing ada 2 orang, kelurahan 1 orang, dimana ada 42 BKM/LKM dan kelurahan ditambah 7 orang dari kecamatan.

"Program KOTAKU ini dilaksanakan dalam mengatasi masalah kekumuhan yang ada di kelurahan. Daerah yang kumuh kita perbaiki dan yang belum kumuh kita cegah jangan sampai menjadi kumuh," kata Siti yang juga
sebagai Koordinator BKM Kelurahan Batu Intan Kecamatan Giri Maya.

Ditambahkannya dana untuk melaksanakan program KOTAKU ini sebesar Rp 500 juta untuk setiap kelurahan yang dinyatakan masih memiliki daerah kumuh.

Dana ini berasal dari Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kota Pangkalpinang.

"Seperti di Kelurahan Pasir Putih di daerah pasar yang banyak kumuh diperbaiki, tapi yang arah ke kota belum banyak kumuhnya dicegah jangan sampai bertambah kumuh," jelasnya.

Dilanjutkannya, selain pelatihan ini nanti akan diadakan beberapa pelatihan lagi, yakni khusus untuk lurah dan camat, khusus BKM/LKM dan khusus tukang/pekerja lapangan.

" Kriteria daerah kumuh itu ditinjau dari bagaimana cara menangani limbah, banjir, sampah, penimbunan daerah kolong-kolong dan perbaikan saluran-saluran agar tidak terjadi banjir," jelasnya.

Dilanjutkannya, selain itu masalah penangan air bersih dan WC. Sebab ada beberapa wilayah perumahan sudah memiliki WC namun masih dibuang ke sungai, bukan septic tank.

"Untuk itu kita akan membuat septic tank communal atau bersama supaya limbahnya tidak dibuang keluar atau sungai," ujarnya.

Dicontohkannya, seperti di Kelurahan Batu Intan ada daerah pinggiran sungai yang rawan banjir sehingga dam-nya ditinggikan dan saluran air yang mampet dibersihkan supaya lancar.

"Selain itu daerah yang kesulitan air bersih dibuatkan sumur bor yang lengkap, masyarakat tinggal menggunakan namun untuk listriknya ditanggung masing-masing. Kita sosialisasikan siapa yang mau menggunakan silahkan tinggal sambung saja ke rumahnya,"jelasnya.(*)

Follow instagram Bangka Pos

Penulis: edwardi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help