Diduga Keberatan Bawah Muatan, Truk Pembawa Batu Gunung Proyek Talud Alami Pecah Ban

Truk pembawa batu gunung proyek pembangunan proyek talud mengalami pecah band di Jalan Pal empat Dusun, Mulya Penyak, Selasa (3/7/2017)

Diduga Keberatan Bawah Muatan, Truk Pembawa Batu Gunung Proyek Talud Alami Pecah Ban
bangka pos/riki
Truk pembawa batu gunung proyek pembangunan proyek talud mengalami pecah band di Jalan Pal empat Dusun, Mulya Penyak, Selasa (3/7/2017) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Truk pembawa batu gunung proyek pembangunan proyek talud mengalami pecah band di Jalan Pal empat Dusun, Mulya Penyak, Selasa (3/7/2017)

Akibat pecah ban yang dialami truk pembawa batu mengakibatkan kemacetan terjadi dijalan Pal Empat. Kendaraan lain yang melewati jalan harus berlahan lahan melewati truk.

Penyebab pecahnya ban, diduga karena beratnya beban yang harus dibawah oleh mobil truk sehingga ban tidak bisa menahan sehingga akhirnya pecah.

Diketahui tidak ada korban dalam kecelakaan itu, hanya saja akses jalan menuju Koba dan Pangkalpinang sempat terganggu.

Kabid Perhubungan, Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Perhubungan Pemkab Bateng Fani Hendra Saputra akan meberitahukan masalah itu ke pihak perusahaan. Dia juga akan mengingatkan agar sebaiknya truk yang membawa batu tidak terlalu berlebihan membawa muatan.

"Agar truk yang bermuatan bongkahan batu tidak melebihi kapasitas muatan, Karena tidak hanya membahayakan pengemudi, tetapi bisa membahayakan pengguna jalan lain, hari ini kita kita akan ke perusahan memberi teguran langsung," kata Fani kepada wartawan, Selasa (31/7/2018)

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Perhubungan Pemkab Bateng Ari Yanuar mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi terkait truk pengangkut batu gunung pengerjaan proyek talud di Desa Penyak Terentang.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mewanti soal tonase dan berat volume angkutan truk tersebut.

"Kita sudah mensosialisasikan dalam pengangkutan ada tonase berat, baik volume angkut sudah kita beritahu, intinya dinas ini tidak diam kamu sudah bekerja memberitahunya,"ujarnya

Ia juga mengakui bahwa untuk mengangkut batu gunung yang memiliki berat ton itu harus menggunakan kendaraan khusus untuk bisa mengantarkan muatan.

"Dia ada batas overdimensi dan overlout, mobik itu bukan hanya mengukur porsi muatan, tetapi kami untuk memperi gatinya,"ujarnya

Penulis: Riki Pratama
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved