Jaminan Pelayanan Rehabilitasi Medik Sudah Diberlakukan Sejak Oktober 2017 Silam

Nyatanya sejak oktober 2017 lalu untuk layanan rehabilitasi medik seperti fisioterapi sudah diberlakukan di Rumah Sakit Umum

Jaminan Pelayanan Rehabilitasi Medik Sudah Diberlakukan Sejak Oktober 2017 Silam
Bangkapos/irakurniati
Kepala bidang pelayanan RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, Thamrin 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ira Kurniati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Peraturan direktur jaminan pelayanan kesehatan BPJS Kesehatan pada tiga layanan kesehatan yang mulai diimplementasikan sejak 25 juli lalu, yakni jaminan pelayanan katarak, persalinan dengan bayi baru lahir sehat dan rehabilitasi medik.

Nyatanya sejak oktober 2017 lalu untuk layanan rehabilitasi medik seperti fisioterapi sudah diberlakukan di Rumah Sakit Umum Depati Hamzah Pangkalpinang.

Kepala bidang pelayanan RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, Thamrin membeberkan penerapan jaminan pelayanan kesehatan fisioterapi sudah berlaku sejak beberapa bulan silam dan tanpa adanya surat edaran dari BPJS Kesehatan Kota Pangkalpinang.

Ia menyebutkan jika pada rumah sakit tersebut untuk penilaian awal atau assesment, pasien fisioterapi dilakukan oleh dokter spesialis rehabilitasi medik ataupun dokter umum yang memiliki sertifikasi.

Namun pada RSUD Depati Hamzah belum memiliki dokter spesialis itu sehingga harus merujuk ke rumah sakit di kabupaten Bangka pada saat itu.

Hal itu pun dinilai oleh Thamrin merugikan pasien. Sebab harus melakukan rujukan untuk melakukan assesment di rumah sakit yang memiliki dokter spesialis untuk melakukan fisioterapi.

Pada saat itu, rumah sakit yang memiliki dokter spesialis itu hanya di Kabupaten Bangka barat dan Bangka. Ditambahnya, pasien fisioterapi didominasi oleh kalangan orang tua.

"peraturan sebelumnya untuk penilaian awal itu kalau tidak ada dokter spesialis ataupun dokter umum yang tersertifikasi, boleh assesment ditangani oleh dokter yang ditunjuk oleh direktur rumah sakit. Tapi semenjak diberlakukan aturan pada oktober lalu, kami tidak punya dokter itu dan harus melakukan rujukan ke rumah sakit yang ada." ujar Thamrin, Selasa (31/7/2018).

Ia menuturkan, pasien fisioterapi yang berobat ke rumah sakit ini dibatasi hanya lima kali dalam sebulan.

Namun, menurutnya berebeda dengan kabupaten Bangka barat, dosis pengobatan untuk pasien bisa dilakukan hingga delapan kali dalam sebulan.

Pun jika tetap mengalami indikasi yang sama, pasien harus melakukan penilaian ulang ke dokter dibulan berikutnya.

Untuk jaminan pelayanan kesehatan lainnya, seperti persalinan bayi baru lahir sehat dan katarak, dianggap masih bisa ditangani oleh pihaknya.(*)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved