Kerugian Negara di Kasus Dugaan Korupsi Makan Minum Setda Basel Lebih 1,5 Miliyar

Ini tidak ada temuan BPK. Walaupun tidak ada temuan BPK bukan berarti tidak adanya tindak pidana. Jadi disini saya luruskan, jangan keliru

Kerugian Negara di Kasus Dugaan Korupsi Makan Minum Setda Basel Lebih 1,5 Miliyar
Bangka Pos / Antoni Ramli
Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Selatan Safrianto Zuriat Putra SH, MH 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Selatan Safrianto Zuriat Putra SH, MH, mencuatnya kasus dugaan korupsi anggaran makan dan minum dilingkungan Setda Basel tahun anggaran 2017 bedasarkan laporan masyarakat, bukan temuan BPK.

Kendati demikian saat ini pihaknya masih menunggu audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi anggaran makan dan minum dilingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Bangka Selatan.

Namun bukan berarti tidak adanya temuan BPK tersebut, tidak adanya peristiwa melawan hukum dalam kasus tersebut.

Menurut Kajari ada dua objek penyidikan dalam perkara tersebut.

Anggaran Objek pertama mencapai 2,3 Milliar. Namun anggaran tersebut terserap semua.

Sedangkan objek penyidikan kedua mencapai 1,6 Miliyar dan yang terserap sekitar Rp 450.000.000.

Dari hasil perhitungan dua objek tersebut tim penyidik, jumlah kerugian negara lebih dari 1,5 Miliyar.

" Ini tidak ada temuan BPK. Walaupun tidak ada temuan BPK bukan berarti tidak adanya tindak pidana. Jadi disini saya luruskan, jangan keliru pemahammannya seolah-olah tidak ada kerugaian negara. Bedasarkan laporan masyarakat yang kami terima kemudian kami melakukan penyelidikan ternyata ditemukan adanya peristiwa pidana. Dari temuan dan perhitungan kami kerugian negara lebih dari 1,5 Miliyar," tegas Safrianto, Selasa (31/7/2018).(*)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved