video

Pembakar Ponton Tambang Ilegal Divonis Paling Tinggi Sembilan Bulan

Kasus pembakaran ponton tambang ilegal (TI) Laut Tempilang Bangka Barat, telah berakhir.

Pembakar Ponton Tambang Ilegal Divonis Paling Tinggi Sembilan Bulan
Youtube
Sidang Kasus Pembakaran Ponton Tambang 

"Menyangkut berkas perkara berikutnya atas nama Terdakwa Tohri dan Terdawa Angga juga sama kategorinya, yaitu bersama-sama melakukan pembakaran yang dapat membahayakan umum bagi barang. Sehingga untuk Terdakwa Tohri dijatuhi pidana enam bulan, dan Terdakwa Angga dijatuhi pidana tiga bulan penjara," katanya.

Lebih rinci Narendra menjelaskan, Terdakwa Angga menerima dua kali vonis karena ada dua berkas perkara yang diadili melibatkan dirinya.

"Pada berkas pertama, Terdakwa Angga dijatuhi vonis enam bulan penjara, dan pada berkas lainnya dijatuhi pidana tiga bulan penjara sehingga totalnya sembilan bulan penjara khusus buat Terdakwa Angga.  Sedangkan terdakwa lainnya, masing-masing enam bulan," kata Kiki, sapaan akrab, R Narendra Mohni.

Sebelumnya disebutkan, seorang Warga Dusun Pak Lungek, Desa Air Lintang, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, bernama Peki,  tewas dibunuh oleh seorang pekerja tambang ilegal (terdakwa pembunuh sudah divonis). 

Akibatnya, ratusan Warga Tempilang mengamuk, membakar semua ponton tambang yang ada di laut tersebut, akhir 2017 lalu.

Tapi rupanya aksi massa menimbulkan perkara baru.  Santo Kusuma Atmaja dan rekannya ditangkap dan diadili di Pengadilan Sungailiat.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help