Percepatan Pembangunan Infrastruktur, Pemprov Babel Berencana Ngutang Rp 446 Miliar ke PT SMI

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berencana untuk meninjam dana pihak ketiga PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar

Percepatan Pembangunan Infrastruktur, Pemprov Babel Berencana Ngutang Rp 446 Miliar ke PT SMI
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Sekda Babel, Yan Megawandi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berencana untuk meninjam dana pihak ketiga PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 446 miliar untuk percepatan pembangunan infrastruktur pada 2019 mendatang.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yan Megawandi mengatakan besaran pinjaman yang sudah diusulkan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) tahun 2018 sebesar Rp 126 miliar dan kegiatan prioritas pembangunan infrastruktur yang belum masuk KUA PPAS sebesar Rp 320 miliar.

"PT SMI ini dibawah kementerian keuangan untuk pendanaan, ini masih rencana untuk peminjaman untuk percepatan pembangunan infrastruktur di Babel, karena cost yang kita miliki terbatas," kata Yan, Rabu (1/8/2018).

Menurutnya, pinjaman dana ini sudah dilakukan beberapa daerah, pihaknya menilai dengan menggunakan platform peminjaman dana ini masyarakat bisa lebih cepat merasakan pembangunan infrastruktur.

"Misalnya kita mau membangun gedung 4 lantai untuk kepentingan publik dan kita bisa dapat profit. Pilihannya gedung itu itu kita bikin 1 tahun satu lantai dengan kemampuan APBD kita atau kita banyun sekaligus jadi dengan pinjaman yang untuk membayarnya akan tetap kita alokasikan pertahun," kata Yan.

Pinjaman ini akan diperuntukkan untuk pembangunan infrastruktur kesehatan yakni penyelesaian rumah sakit umum provinsi, jalan, listrik, lampu jalan, dan tempat pembuangan sampah Regional dan pengelolaannya.

"Menurut kita memang ini cukup penting untuk kita lakukan manakala kita juga pengen menyebutkan diri sebagai daerah yang mengembangkan destinasi wisata karena pendidikan, kesehatan, jangkauan akses komunikasi dan informasi, kelistrikan, pengelolaan sampah ini harus inheren," katanya.

Penulis: krisyanidayati
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved