Imunisasi Meases Rubella Halal atau Haram? Inilah Fakta Sebenarnya

Di Bangka Belitung, sosialisai pemberian imuniasi MR telah dilakukan. Namun pelaksanaannya terpaksa ditunda.

Imunisasi Meases Rubella Halal atau Haram? Inilah Fakta Sebenarnya
Tribun Lampung
Ilustrasi 

3. Belum Ada Ajuan Sertifikasi Halal

Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Babel,  Akhmad Lutfi mengatakan imunisasi measles rubella (MR) yang sudah digencar di sosialisasikan, pihaknya belum menerima ajuan sertifikasi halal untuk vaksin itu.

Ia pun mengatakan bahwa MUI pusat pun sudah mengajukan perihal permohonan kepada Kementrian Kesehatan RI dari tahun lalu namun tidak juga digubris oleh pihak mereka.

"MUI Pusat sudah mengirimkan dari 31 Juli 2017 lalu,  dengan tembusan kepada DPR RI,  Menteri Agama RI,  dan DP MUI Provinsi Se-Indonesia," ungkap akhmad kepada Bangkapos, Rabu (1/7/2018).

Namun ia pun mengatakan penggunaan vaksin yang belum terverifikasi halal tidak diperbolehkan. Kendati demikian, menurutnya, ada beberapa kondisi yang membuat vaksin yang belum terverifikasi halal itu bisa digunakan.

"Pertama, belum ada vaksin halal sejenis yang ada dan tersedia. Kedua, ada situasi kondisi yang darurat atau hajat yang jika tidak divaksin akan menyebabkan kematian atau cacat tetap.

Ketiga, ada opini dari ahli yang memiliki kompetensi dan kredibilitas yang menyatakan itu dan tidak ada alternatif pengobatan yang lain," jelasnya.

4. Fatwa MUI

Dalam waktu yang bersamaan,  Direktorat LPPOM MUI,  Nardi Pratomo menjelaskan persoalan halal atau haram adalah soal agama. Ia menambahkan yang menentukan haram atau halal atas sesuatu adalah otoritas agama.

"Masalah halal-haram, itu terminologi agama. Bukan terminologi sosial, bukan terminologi politik, bukan terminologi kesehatan. Artinya, menentukan ini halal atau haram memang balik pada otoritas keagamaan," katanya.

Halaman
1234
Penulis: teddymalaka
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help