Pencanangan Imunisasi MR di Beltim Ditunda Sementara

Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menunda sementara pencanangan imunisasi Meases Rubella (MR)

Pencanangan Imunisasi MR di Beltim Ditunda Sementara
Bangka Pos / Suharli
Kepala Dinas Kesehatan Pengadilan Penduduk dan keluarga berencana (PPKB) Kabupaten Belitung Timur, Yulhaidir 

Laporan Wartawan Pos Belitung Suharli

BANGKAPOS.COM, BELITUNG TIMUR - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan keluarga berencana (PPKB) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menunda sementara pencanangan imunisasi Meases Rubella (MR).

Penundaan itu dikarenakan belum adanya sertifikasi halal Vaksin Rubella.

Sebelumnya diketahui Dinkes PPKB Beltim akan melaksanakan pencanangan pada (2/8) kemarin, akan tetapi setelah menerima surat edaran dari Dinkes Provinsi kepulauan Bangka Belitung (Babel) menunda hal tersebut.

"Setelah kemarin (1/8) dapat surat imbauan dari provinsi untuk menunda sementara sehubungan dengan ada perlu penambahan kejelasan antara kemenkes dan MUI terkait masalah halal tidaknya," ujar Kepala Dinkes PPKB Beltim Yulhaidir kepada posbelitung (2/7/2018) kemarin.

Yulhaidir menjelaskan secara teknis  itu hanya proses karena masih membutuhkan waktu dan juga tidak secara serta merta menyatakan imunisasi tersebut halal atau tidak harus di uji melalui laboratorium.

Pihaknya juga masih menunggu surat jawaban resmi dari Dinkes provinsi kapan waktu yang tepat untuk melanjutkan proses pelaksanaan.

Di Beltim sendiri kemarin (1/8) sudah melaksanakan imunisasi MR di beberapa SD. Soal itu pihaknya diakui Yulhaidir pihaknya sudah mengkonfirmasi kepada tim MR masing-masing di puskemas dan sekolah.

"Tetep tenang, tidak menjadi suatu permasalahan karena ini merupakan program kampanye yang kedua, karena program yang pertama pada tahun 2017 lalu di pulau Jawa fokusnya sampai 95 persen. Artinya tidak ada kendala, ini hanya secara administrasinyalah, untuk yang sudah melaksanakan imunisasi MR, kami selalu melakukan pantauan sambil menunggu kebijakan yang dikeluarkan dari provinsi,"ujar Yulhaidir. 

Menurut Yulhaidir Program imunisasi MR menjadi program pemerintah untuk mewujudkan eleminasi campak dan mengendalikan penyakit rubella serta kecacatan bawaan akibat rubella.

Pemberian imunisasi ini diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun.(*)

Penulis: Suharli
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help