Warga Koba Ini Khawatir Dua Anaknya Telah Disuntikkan Vaksin Rubella

Apri (40) Warga Gang Masjid, Kelurahan Berok, Kecamatan Toboali mengeluhkan terkait banyaknya beredar surat edaran terkait penundaan vaksin

Warga Koba Ini Khawatir Dua Anaknya Telah Disuntikkan Vaksin Rubella
Bangkapos/riki
Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah Bahrun 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM  -- Apri (40) Warga Gang Masjid, Kelurahan Berok, Kecamatan Toboali mengeluhkan terkait banyaknya beredar surat edaran dari Dinas Kesehatan Provinsi Babel terkait penundaan sementara pencanangan imunisasi measles rubella (MR) dan pemberian vaksin MR.

Sementara menurutnya, dua anaknya yang masih sekolah kelas dua dan empat SDN telah diberikan suntikan vaksin rubella oleh pihak puskesmas Koba di, Sekolah SDN 1 Koba, Rabu (1/8/2018) kemarin, sehingga ia mempertanyakan hal itu.

"Kenapa surat edaran itu turunya tidak sebelumnya, anak saya saat ini sudah di vaksin, sementara surat untuk penundaan baru keluar setelah itu, sehingga kami orang tua merasa khawatir, apalagi yang dipertanyakan itu vaksin itu belum dinyatakan halal, tetapi sudah diberikan kepada anak saya. Siapa yang bertanggungjawab apabila terjadi sesuatu pada kedua anak saya, ini harus ada penjelasan oleh pihak yang berwenang,"jelas kepada wartawan, Kamis (2/8/2018)

Apri menambahkan bahwa lambatnya pemberitahuan ini juga membuat prasangka bahwa lambatnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak Kesehatan menanggapi permasalahan ini.

"Apa yang membuat ini bisa dihentikan sementara vaksi telah diberikan, ini pengawasanya lemah, jangan sampai terjadi apa apa ke anak saya, vaksin telah diberikan tetapi surat edaran pemberhentian melakukan vaksin baru keluar setelah itu dilakukan, ada apa,"keluhnya

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah Bahrun menanggapi hal itu, menurutnya memang benar bahwa pada Rabu (1/8/2018) kemarin, pihak Kesehatan melaksanakan kegiatan pencanangan dan penyuntikan vaksin rubella yang dilakukan terhadap 40 siswa di SDN 1 Koba. Ia menambahkan bahwa itu dilakukan serentak se Indonesia, termasuk di Kecamatan Koba.

"Itu dilakukam serentak se Indonesaia pada tanggal 1 Agustus kita lakukan terhadap 40 siswa SD di Koba,"jelas Bahrun.

Namun menurut Bahrun pihaknya baru mendapatkan surat penghentian sementara penyuntikan vaksin dari Dinkes Provinsi pada siang harinya, sementara kegiatan telah dilaksanakan pagi harinya.

"Informasi belum adanya keluar sertifikat halal dari MUI dan Kementrian tidak memberikan kabar, siangnya baru kita mendapatkan surat penghentian sementara, tetapi paginya sudah kita laksanakan terhadap 40 siswa SD dari umur 9 sampai 15 tahun,"jelasnya.

Terkaitnya banyaknya protes dan ke Kekhwatiran warga pihak Dinkes Bangka Tengah akan menjelaskan itu ke pihak sekolah dan orang tua siswa pada, Jumat (3/8/2018) besok, untuk meyakinkan bahwa itu tidak berbahaya bagi tubuh.

"Perintah dari Provinsi untuk stop jangan dilaksanakan untuk pencanangan dan pelaksanaan penyuntikan, namun mengenai vaksin itu tidak apa, kita hanya melakukan perintah, mana yang mau di suntik ayo yang tidak ya sudah tidak usaha,"tukasnya

Ia juga menyakinkan bahwa penyuntikan vaksin rubella itu juga telah dilakukan di daerah Jawa pada tahun lalu dan tidak di permasalahkan.

"Tetapi kita besok akan menjelaskan hal itu kepada orang tua agar mereka tidak khawatir, dan menjelaskan mengenai manfaat vaksin itu, karena suda banyak beredar di WA yang mempertanyakan itu,"lanjutny.

Untuk sekedar diketahui Vaksin campak dan rubella (MR) sampai saat ini belum mendapatkan sertifikat Halal dari MUI Pusat, vaksin itu sampai saat ini belum ada sertifikat Halal dari LP-POM MUI Pusat. MUI mengimbau agar masyarakat Muslim tidak ikut vaksin tersebut sampai ada keputusan dari LP-POM MUI Pusat. caption.bangkapos/riki Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah Bahrun

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help