Dinkes Babel Tunggu Kesimpulan Komisi KIPI Terkait Fahri

Fahri (12) pelajar yang dilarikan ke rumah sakit lantaran panas dan muntah paska Vaksin Measles Rubella (MR).

Dinkes Babel Tunggu Kesimpulan Komisi KIPI Terkait Fahri
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Tim Dinas Kesehatan Babel dan kota Pangkalpinang melihat kondisi Fahri di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, Jum'at (3/8/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM - Tim Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan dinkes kota Pangkalpinang, Puskesmas Pangkalbalam langsung mendatangi RSUD Depati Hamzah untuk melihat keadaan Fahri (12) pelajar yang dilarikan ke rumah sakit lantaran panas dan muntah paska Vaksin Measles Rubella (MR).

Tiba di ruangan Asoka, tim mengumpulkan informasi dari perawat dan dokter ruangan di ruangan kepala ruangan. Hampir 40 menit mereka mengumpulkan informasi terkait kondisi medis yang dialami Fahri.

Pihaknya juga menggali informasi dari orangtua Fahri terkait kondisi anaknya bisa berada di rumah sakit. Usai mengumpulkan informasi, pihaknya langsung menyambangi Fahri ke ruang rawat yang masih terbaring dengan infus ditangannya.

Menurut, perawat jaga kondisi Fahri sudah mulai membaik dan sudah bisa berjalan dengan kondisi suhu tubuh sudah normal yakni 36.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Babel, M Rais Haru mengatakan pihaknya masih melakukan observasi awal dan belum dapat menyimpulkan hasilnya pasalnya akan ditindaklanjuti oleh komisi Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI)

"Kami mengumpulkan informasi terkait hal ini, tadi panasnya sudah kembali normal untuk hasilnya nanti kita serahkan ke KIPI karena mereka yang akan menganalisa secara medis ini betul-betul dampak imunisasi atau hanya sebatas ikutan lainnya," katanya ditemui Bangka Pos, di RSUD Depati Hamzah, Jum'at (3/8/2018) petang.

Rais membeberkan beberapa pemeriksaan seperti tes urine dan tes fisik paska suntikan imunisasi sudah dilakukan pengecekan.

"Menurut petugas Puskesmas Pangkalbalam yang imunisasi satu jam lebih setelah imunisasi tidak ada reaksi apa, bekas suntikan tidak ada merah. Kita menunggu kesimpulan dari Komdak KIPI nanti," katanya.

"Kita akan memantau terus perkembangannya, menunggu tim komda kipi, mereka yang akan menyimpulkan ini ada keterkaitan dengan imunisasi atau tidak, mencari riwayat hubungan yang lainnya," katanya.

Menurutnya, Imunisasi ini tidak memberikan efek bagi tubuh secara langsung, pasalnya ini sudah dilakukan di Pulau Jawa.

Petugas Surveilans Puskesmas Pangkalbalam, Erick mengatakan pada Rabu (1/8) lalu pihaknya memang sudah melakukan imunisasi MR ke sekitar 400 an pelajar di SMPN 4 Pangkalpinang, namun pihaknya baru ini menerima laporan.

"Kita tunggu 1 jam lebih dari setelah imunisasi itu tidak ada yang memberikan reaksi, sebelum diimunisasi juga kita screening kondisi kesehatan anak-anak mulai dari suhu tubuh. Artinya protap yang seharusnya sudah kami lakukan, dan hanya ini yang ada laporan ke kami. Laporan ini juga baru terima hari ini," katanya.

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help