Dinkes Bangka Advokasi Germas 2018, Anggaran JKN Terserap Untuk Pembiayaan Penyakit Katastropik

Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka melaksanakan Advokasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Tahun 2018

Dinkes Bangka Advokasi Germas 2018, Anggaran JKN Terserap Untuk Pembiayaan Penyakit Katastropik
Bangka Pos/Nurhayati
Kegiatan Advokasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Tahun 2018 yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka di Ruang Pertemuan Hotel Manunggal Sungailiat, Kamis (2/8). 

BANGKAPOS.COM - Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka melaksanakan Advokasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Tahun 2018 di Ruang Pertemuan Hotel Manunggal Sungailiat, Kamis (2/8).

Pada kesempatan itu Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Zulkarnain Idrus mengingatkan bahwa saat ini Indonesia sedang menghadapi tantangan besar yakni masalah kesehatan Triple Burden, masih adanya penyakit infeksi meningkatnya penyakit tidak menular dan penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi sehingga muncul kembali.

Pada era tahun 1990-an penyakit menular seperti ISPA, Tuberkulosis dan Diare merupakan penyakit terbanyak dalam pelayanan kesehatan.

Namun perubahan gaya hidup masyarakat menjadi satu diantara penyebab terjadinya pergeseran pola penyakit (Transisi Epidemilogi).

Tahun 2015 penyakit tidak menular seperti stroke, jantung koroner, kanker dan diabetes justru menduduki peringkat tertinggi.

“Meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular se­perti stroke, jantung, kanker, diabetes menjadi penyebab terbesar kematian dalam ke catatan,” ungkap Zulkarnain.

Diakuinya di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) anggaran banyak terserap untuk membiayai penyakit katastropik yaitu penyakit jantung koroner, gagal ginjal kronik, kanker, stroke dan diabetes.

Kegiatan Advokasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Tahun 2018 yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka di Ruang Pertemuan Hotel Manunggal Sungailiat, Kamis (2/8).
Kegiatan Advokasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Tahun 2018 yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka di Ruang Pertemuan Hotel Manunggal Sungailiat, Kamis (2/8). (Bangka Pos/Nurhayati)

Selain itu pelayanan kesehatan peserta JKN juga didominasi pada pembiayaan kesehatan di tingkat lanjutan rumah sakit dibandingkan di tingkat dasar.

“Fakta ini perlu ditindaklanjuti karena berpotensi menjadi beban yang luar biasa terhadap keuangan negara,” tegas Zulkarnain.

Dia menilai, meningkatnya penyakit tidak menular dapat menurunkan produktivitas sumber daya manusia bahkan kualitas generasi bangsa. Hal ini berdampak pula pada besarnya beban pemerintah karena penanganan penyakit tidak menular membutuhkan biaya yang besar.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help